Jamkeswatch Bogor Dampingi Pasien Korban Ledakan Tabung Gas

Bogor, KPonline – Apa yang dialami oleh Ny. Yaya Rani sungguh tragis. Pasalnya, Ny. Yaya Rani harus terbujur lemas dan hanya bisa berbaring di atas pembaringan. Ia pun tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari sebagai seorang ibu rumah tangga.

Warga Kampung Mulyasari RT 010 RW 004 Desa Pasir Tanjung Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor ini mengalami luka bakar yang cukup serius. Tubuhnya mengalami luka bakar sekitar 50%, akibat meledaknya tabung gas 3 kg, pada saat ia memasak di dapur rumahnya pada 9 Juli 2019 lalu.

Kejadian meledaknya tabung gas 3 kg tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Ketika itu, Ny. Yaya Rani sedang memasak di dapur rumahnya. Pasien sempat dibawa ke RS Permata Jonggol, akan tetapi dikarenakan seluruh ruangan rawat inap sudah penuh, maka pasien dirujuk ke RS Hermina Mekarsari. Karena keterbatasan ekonomi dan tidak adanya biaya, akhirnya pasien dibawa pulang kembali oleh pihak keluarga.

Pada Rabu 10 Juli 2019, Yanti salah seorang anggota keluarga pasien menghubungi relawan Jamkeswatch Bogor, meminta bantuan dan berharap agar pasien Ny. Yaya Rani bisa dibawa ke rumah sakit dan dirawat hingga sembuh.

Aden Artha Jaya, Ketua DPD Jamkeswatch Bogor, sekaligus salah seorang Relawan Jamkeswatch Bogor pun akhirnya mencoba menghubungi salah satu PIC BPJS Kesehatan di RSUD Cileungsi terkait kebutuhan pasien Ny. Yaya Rani tersebut.

“Jamkeswatch Bogor berharap pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan Bogor, agar bisa membantu menggratiskan biaya pelayanan atau operasi pasien di RSUD Cileungsi. Karena kita semua tahu bahwa besaran jaminan yang di keluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hanya sebesar Rp 7.500.000. Dan ini tidak cukup untuk biaya pelayanan di Rumah Sakit yang memungkinkan hingga puluhan juta rupiah,” ungkap Aden kepada Media Perdjoeangan Bogor pada Rabu malam 10 Juli 2019.

“Jamkeswatch Bogor juga berharap agar aparatur desa dan kecamatan bisa membantu setiap keluarga pada saat di rumah sakit. Minimal biaya operasional menunggu dan pulang pergi saat ke rumah sakit. Dan kepada pihak RSUD Cileungsi, kami meminta agar tidak meminta biaya pelayanan terhadap keluarga pasien Ny. Yaya Rani, dikarenakan keluarga ini memang termasuk keluarga yang tidak mampu,” jelas Aden. (RDW/Arief)