Iswan Abdullah, Tokoh Buruh yang Nyaleg di Kepulauan Riau

  • Whatsapp
Iswan Abdullah (tengah) sesuai menjadi saksi di Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang usai menjadi saksi terkait gugatan upah minimum./Foto: Media Perdjoeangan Jawa Tengah

Jakarta, KPonline – Iswan Abdullah adalah sedikit dari tokoh buruh Indonesia yang totalitas mengabdikan dirinya untuk rakyat dan tanah air. Dedikasi pria bergelar Magister Ekonomi (ME) ini dalam melakukan pembelaan terhadap orang kecil, utamanya kaum buruh, tidak diragukan lagi.

Berbagai jabatan yang diamanahkan kepadanya, membuktikan komitmennya terhadap perjuangan. Saat ini, Iswan dipercaya menjadi Vice Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sekaligus Vice Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Bacaan Lainnya

Selain itu, Iswan adalah Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) utusan dari KSPI. Duduk di Depenas, Iswan memiliki pemikiran yang cemerlang mengenai kesejahteraan. Terutama terkait dengan sistem pengupahan. Beberapa kali, dia bahkan diminta sebagai saksi ahli dalam gugatan mengenai upah minimum di Pengadilan Tata Usaha Negara. Kesaksiannya tegas dan bernas sehingga berhasil memenangkan buruh.

Tidak cukup sampai di situ, pria yang dikenal kritis dan teguh dalam memegang prinsip ini juga dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Jamkes Watch (Jaminan Kesehatan Watch). Jamkes Watch sendiri merupakan lembaga pengawas pelaksanaan jaminan kesehatan yang relawannya tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Ribuan orang pernah dibantu dan merasakan manfaat Jamkes Watch secara langsung.

Memiliki jabatan strategis seperti itu, Iswan bukan tipe orang yang bekerja di belakang meja dan suka main perintah. Kiprahnya nyata. Sehingga hasilnya pun dapat dirasakan tidak hanya oleh buruh, khususnya terkait advokasi pelayanan jaminan kesehatan melalui Jamkes Watch.

Tidak berlebihan jika kemudian kaum buruh meminta Iswan Abdullah untuk maju sebagai calon anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Riau. Dengan menjadi anggota legislatif, diharapkan di DPR nanti, akan ada perwakilan buruh yang memiliki komitmen untuk mengabdi kepada rakyat dan tanah air.

Iswan Abdullah maju sebagai calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau.

Pada pemilihan legislatif pada 2019 mendatang, Iswan maju sebagai calon legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia berasal dari daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau.

Ada beberapa hal yang akan dilakukan Iswan dalam memperjuangkan nasib pekerja/buruh, guru, petani, nelayan, orang miskin dan tak mampu.

Diantaranya, menolak upah murah (cabut PP 78 /2015); hapus perbudakan outsourcing tenaga kerja, hapus sistem pekerja kontrak waktu tertentu, dan kontrak kerja berkepanjangan.

Terkait dengan jaminan sosial; Iswan berkomitment untuk memperjuangkan hak pelayanan kesehatan gratis, jaminan mendapatkan pekerjaan dan tolak TKA unskill China, jaminan pengangguran, dan jaminan mendapatkan akses rumah murah.

Dia juga akan memperjuangkan subsidi terkait dengan hak rakyat untuk mendapatkan energi yang murah ( BBM, Listrik, Gas LPG), subsidi pupuk dan subsidi alat tangkap ikan bagi nelayan, pendidikan gratis dan murah, angkat guru honorer dan tenaga honorer k2 menjad PNS, bantuan anggaran APBN untuk lembaga pendidikan swasta di seluruh Indonesia.

Pada akhirnya, Iswan berharap Provinsi Kepulauan Riau menjadi daerah industri nomor 1 di Indonesia yang ramah terhadap buruh/pekerja dan pengusaha.

Pos terkait