Imbas BBM Harga Kebutuhan Naik Tinggi, Buruh Batam Minta Upah 2023 Naik 13 Persen

Salah seorang Buruh di Batam membawa poster berisi permintaan Upah 2023 Naik 13 Persen -Koranperdjoeangan - Photo : Dion

Batam,KPonline – Sejak pagi Aliansi buruh di Kota Batam, Kepulauan Riau yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menolak Kenaikan Harga BBM hari ini (12/10) menggelar aksi unjuk rasa lanjutan perihal penolakan kenaikan harga BBM hingga UU Cipta Kerja, di Gedung Graha Kepri Batam. Adapun aksi hari ini membawa beberapa tuntutan di antaranya :

1. Tolak kenaikan harga BBM.
2. Tolak omnibus law uu cipta kerja.
3. Naikkan UMK/P tahun 2023 sebesar 13%.
4. Tolak PHK besar besaran di tengah ancaman resesi global.
5. Reforma agraria.
6. Sahkan RUU PPRT.
7. Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Bacaan Lainnya

Khusus terkait kenaikan harga BBM, Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Yapet Ramon mengatakan sudah terbukti kenaikan BBM berdampak menurunkan daya beli masyarakat. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi.

Namun menurutnya di tengah harga-harga yang melambung tinggi, upah buruh terancam tidak mengalami kenaikan karena masih menggunakan aturan turunan UU Cipta Kerja, yakni PP No 36 Tahun 2021.

Menurutnya sesuai peraturan ini mengenal batas atas dan batas bawah, sehingga banyak kabupaten/kota yang berpotensi upah minimumnya tidak mengalami kenaikan.

Inflansi yang terasa bagi kaum buruh adalah tiga komponen. Pertama adalah kelompok makanan, inflansinya tembus lima persen.
Kedua adalah transportasi naik 20-25 persen. Ketiga adalah kelompok rumah. Dimana sewa rumah naik 10-12,5 persen.

Inflansi di tiga kelompok inilah yang memberatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil akibat kenaikan harga BBM.

“Oleh karena itu, kami meminta kenaikan upah minimum tahun 2023 sebesar 13 persen” Tambahnya
Berdasarkan data, pasca kenaikan BBM, inflansi tahun 2023 diperkirakan akan tembus di angka 7-8 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,8 persen.

“Kami ambil angka 7 persen untuk inflansi dan pertumbuhan ekonomi katakanlah 4,8 persen. Angka itu dijumlah, totalnya 11,8 persen. Ini yang seharusnya menjadi dasar kenaikan upah. Pembulatan yang diminta adalah kenaikan upah 13 persen”

Ia menambahkan kenaikan upah sebesar ini juga memperhitungkan untuk menutup kenaikan inflansi pada kelompok makanan, perumahan, dan transportasi yang naik tinggi.

Pos terkait