Hasil Survey FSPMI, Harga Daging di Madura Lebih Mahal di Banding Surabaya

  • Whatsapp

Surabaya KPonline – Menindaklanjuti intruksi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Provinsi Jatim, terkait diharuskannya setiap pimpinan wilayah FSPMI di daerah masing-masing di Jawa Timur untuk melakukan survey kebutuhan hidup layak (KHL) di berbagai daerah.

Konsulat Cabang (KC) FSPMI Kota Surabaya beserta team pun pada hari ini (Kamis, 02/07/2018) langsung memutuskan untuk turun ke lapangan dan melakukan survey harga secara langsung di Pulau Madura kepada para pedagang yang ada di salah satu pasar induk yang ada di Kabupaten Sumenep, yakni Pasar Anom Baru.

Bacaan Lainnya

“Hasil dari survey pada salah satu pasar diantara 4 pasar lain yang akan kita kunjungi hari ini, cukup mengejutkan, dimana harga daging di pasar sini malah lebih mahal daripada di Surabaya.” Ujar Doni Ariyanto, selaku penanggung jawab team survey wilayah Surabaya ini.

Sebagaimana diketahui, harga daging di Surabaya saat ini masih berada dikisaran Rp.100.000/kg, sedangkan di pasar Anom Baru – Sumenep, sudah mencapai Rp. 120.000/kg, belum lagi harga kebutuhan pokok untuk item yang lainnya. Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa, letak geografis sebuah daerah kab/kota yang jauh dari pusat pemerintahan di sebuah provinsi, tidak lantas membuat harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut menjadi selisih lebih murah, malah bisa jadi sebaliknya, namun kenapa upah pekerja/buruh di luar daerah ring 1 malah lebih murah?

“Inilah salah satu tujuan FSPMI, menginstruksikan kami untuk melakukan survey harga secara langsung di pasar luar daerah ring 1, tujuannya tak lain adalah untuk melakukan perbandingan harga kebutuhan pokok yang ada disini (Madura), dengan wilayah Surabaya, yang harapannya dengan data yang ada ini, bisa dijadikan dasar argumen kepada pemerintah provinsi maupun pusat, agar segera melakukan perubahan dan perbaikan terkait upah pekerja/buruh yang ada di luar wilayah ring 1.” tambah Doni selaku Ketua KC FSPMI Surabaya.

Usai melakukan survey di Pasar Anom Baru – Sumenep, team survey KHL Surabaya pun bergegas bergeser ke lokasi pasar berikutnya, di Kabupaten Pamekasan. (Bersambung)

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait