FSPMI Sidoarjo Kawal Perhitungan Suara

  • Whatsapp
Mobil Komando FSPMI Sidoarjo | Foto: Anam

Sidoarjo, KPOnline – Jumat pagi (18/7/2014), saya ikut melakukan pengawalan perhitungan suara hasil pileg di Hotel Equator, Surayaba. Berawal dari instruksi Ketua KC FSPMI Sidoarjo Heri Novianto, yang meminta agar kami ikut serta dalam kegiatan itu. Sebelum berangkat, terlebih dahulu kami berkumpul di Rumah Rakyat, sekitar jam 13.00 wib.

Tidak banyak yang akan ikut melakukan pengawalan. Jumlah hanya sekitar 10 orang, dari Garda Metal. Menurut informasi dari Sekretaris PC FSPMI, Bambang, sejak pagi dari intelijen keamanan banyak yang berseliweran di depan Rumah Rakyat.

Bacaan Lainnya

Sesaat sebelum berangkat, salah satu dari mereka mendekat kepada saya.

“Mas mau kemana, kok bawa mokom? Banyak nggak yang ikut kesana?” Ia bertanya.

Keamanan yang ketat ini sudah kami duga sebelumnya. Itulah sebabnya, kami tidak menurunkan massa aksi yang banyak. Hal ini untuk memudahkan didalam perjalanan, selain untuk menjaga kondisi di tempat perhitungan suara agar tetap tertib.

Dugaan kami benar. Di jalan menuju hotel tempat perhitungan suara tersebut dilakukan, sudah menunggu Pasukan Tangkal dari kepolisian yang kemudian mengikuti mobil komando di perjalanan. Padahal , di mobil komando hanya ada 3 orang. Beberapa teman yang lain naik sepeda motor.

Sesampai didepan Hotel, kami melihat betapa ketatnya pengamanan acara ini. Aparat sudah menyiapkan K9, Kawat berduri, Baracuda. Dugaan saya, pengamanan melibatkan ribuan personel kepolisian dan TNI.

Pengawalan ketat pihak Kepolisian. | Foto: Tim Media FSPMI Jatim
Pengawalan ketat pihak Kepolisian. | Foto: Anam

Kedatangan kami menjadi pusat perhatian aparat yang berjaga disana. Beberapa wartawan juga hadir. Tersiar kabar, Pemuda Pancasila akan datang. Namun sampai sore hari tidak ada muncul, justru kami yang datang.

“Kok berani demo disini mas?,” tanya seorang wartawan.

Doni, yang memimpin rombongan menjawab, “Kami kesini bukan untuk demo. Tapi untuk ikut mengawal perhitungan suara karena organisasi kami mendukung Prabowo – Hatta.”

Kami sempat dikejutkan kehadiran para petinggi di jajaran kepolisian yang langsung menyambut dan menjabat tangan kami satu persatu sambil mengucapkan, terima kasih. Karena seringnya aksi, beberapa diantara mereka sudah tidak asing bagi kami.

Sayang, sebagai tim media, saya tidak mendapatkan ID dari KPU Jawa Timur. Sehingga saya tidak bisa masuk kedalam hotel untuk melihat dari dekat proses penghitungan suara. Akhirnya kami hanya duduk-duduk dan sedikit mencuri dengar dari obrolan wartawan yang bisa memasuki lokasi penghitungan suara. Menurut informasi yang saya dapat dari mereka, angka sementara belum bisa di kabarkan. Harus menunggu hingga esok hari.

Menjelang maghrib, Heri Novianto mengintruksikan agar kami segera mengakhiri aksi hari ini. Hal ini mengingat saksi dari Prabowo – Hatta sudah cukup banyak. (*)

Laporan dari Sidoarjo: 
Anam (Kontributor Jawa Timur)

Pos terkait