FSPMI DKI Fasilitasi Mediasi PUK Transjakarta Di Hadapan Sandiuno

Jakarta, KPonline – PUK PT. Transjakarta yang tergabung dengan SPDT ( Serikat Pekerja Dirgantara Dan Transportasi ) FSPMI DKI Jakarta melakukan mediasi kedua pada rabu (18/4) kemarin dengan pihak manajemen yang di fasilitasi oleh Ketua DPW FSPMI DKI Winarso dengan Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno beserta Kadisnakertrans di balaikota.

Mediasi ini bertujuan untuk mencari solusi atau titik temu agar PUK SPDT FSPMI PT. Transjakarta tidak melakukan mogok karena buntutnya perundingan dengan pihak manajemen yang akan berakibat menghambat kelancaran konsumen bus Transjakarta bila mogok kerja benar terjadi.

Bacaan Lainnya

PUK sudah berkali kali melakukan perundingan dengan pihak menejemen, akan tetapi tidak pernah ada hasil kesepakatan hingga akhirnya PUK Transjakarta mengancam akan melakukan mogok kerja terkait 4 orang anggotanya yang di PHK atau di berhentikan secara sepihak oleh menejemen. Sekaligus meminta meminta agar karyawan yang udah bekerja selama 2 tahun atau lebih bisa di angkat sebagai karyawan tetap.

Manajemen membatasi pengangkatan hanya sebatas level Korlap, sementara Pimpinan Unit Kerja tetap pada kesepakatan awal, agar seluruhnya diangkat menjadi karyawan tetap.

Aksi mogok kerja memang tidak di harapkan, akan tetapi karena perundingan dengan pihak menejemen tidak ada hasil. Dan sebagai usaha untuk melakukan upaya antisipasi hal hal yang tidak diinginkan maka DPW FSPMI menjembatani agar perundingan diajukan ke kadisnakertrans Jakarta dan pihak gubernur yang di wakili oleh Wagub Sandiaga Uno untuk mencari titik temu solusi.
Winarso meminta agar tuntunan PUK Transjakarta di akomodir pihak manajemen, mencari jalan keluar dengan duduk bersama membahas apa yang di minta atau di tuntut PUK Trans Jakarta.

“Hari ini (18/4) merupakan yang kedua mediasi yang di lakukan di kantor Gubernur terjadi kesepakatan antara PUK dan Manajemen terkait pengangkatan karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWT ) menjadi karyawan Perjanjian Kerja Waktu tidak tertentu ( PKWTT ) sebanyak 1847 orang.” Ujar Winarso.

Pertemuan di Balaikota ini dihadiri juga oleh Kadishub DKI, Kadisnaker Provinsi DKI Jakarta, Biro ekonomi Pemerintah Provinsi DKI, Direksi PT. Trans Jakarta, Pimpinan Pusat SPDT FSPMI dan PUK SPDT FSPMI DKI Jakarta.

(Omp/Jim)

Pos terkait