FSPMI DKI Buka Audiensi Bersama Calon Anggota Baru

Jakarta, KPonline – Sejumlah pekerja di PT.IMS yang beralamat di daerah Rorotan, sabtu siang ini (12/1) mendatangi sekretariat guna melakukan audiensi dengan jajaran DPW FSPMI DKI Jakarta. Mereka ditemui oleh Samsuri dan Evi Kamsari, menyampaikan maksud dan keinginan mereka untuk bergabung dengan organisasi serikat pekerja di bawah bendera FSPMI DKI Jakarta.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh ketua PUK PT.IMS beserta anggota, meski sekarang sudah ada bendera serikat pekerja yang selama ini mereka ikuti, namun dirasa sebagai anggota serikat tersebut tidak produktif dan tidak ada perkembangan apapun selama 2 tahun berjalan.

Harapan mereka setelah melakukan audiensi dan berkonsolidasi dengan Perangkat DPW FSPMI DKI ini mereka bisa memperkuat kesolidan semua anggota untuk segera bisa bergabung di bawah bendera FSPMI.

Dalam pertemuan ini Samsuri mewakili jajaran perangkat DPW FSPMI DKI Jakarta menjelaskan secara detail kepada pengurus PUK serta anggota PT.IMS bahwasanya Bergabung dengan Serikat FSPMI sangat pahit. Kenapa demikian? Karena FSPMI merupakan serikat yang sangat amanah dalam perjuangan dan kuat dalam pergerakan, juga solid ketika ada permasalahan permasalahan di setiap ada yg menindas dan mendzolimi kaum buruh.

Samsuri juga menegaskan bahwa berserikat dengan FSPMI bukan juga untuk bermusuhan dengan pihak manajemen perusahaan melainkan berhamonisasi dan membangun hubungan industrial yang baik dengan pihak manajemen perusahaan.

Evi Kamsari sebagai Pengurus PC SPL FSPMI DKI yang hadir dalam pertemuan ini menegaskan kembali kepada pengurus PUK PT. IMS serta anggotanya harus slalu Solid dan kompak ketika sudah bergabung dengan FSPMI. Bukan sekedar menitib nasib ketika sudah bergabung dengan FSPMI lalu berpangku tangan dengan menyerahkan permasalahan kepada Pengurus PC/DPW ketika ada yang tertindas dengan pihak manajemen.

“Semangat terus dalam perjuangan, taat instruksi organisasi dan selalu satu komando ada atau tidak ada permasalahaan dalam PUK PT. IMS nantinya.” pungkas Evi.

(Andi/jim