DPD Jamkeswatch DKI Tegas Tolak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Jakarta, KPonline – Viral tentang iuran biaya BPJS kesehatan yang akan naik dan diberitakan di media serta sempat diumumkan menteri sekretaris negara Moeldoko beberapa waktu yang lalu, ditanggapi Daryus selaku direktur bidang advokasi dan relawan Jamkeswatch nasional dengan sinis.

 

Daryus menghimbau seluruh Jamkeswatch yang ada di seluruh Indonesia untuk menolak rencana kenaikan iuran biaya BPJS Kesehatan yang akan dilakukan DJSN.

 

“Dengan dinaikannya iuran biaya BPJS Kesehatan artinya membebani masyarakat dan membunuh secara pelan-pelan rakyat Indonesia.” ungkap Daryus.

Selanjutnya menurut Cece Setia Muktamar, DPD Jamkeswatch DKI ini berpendapat; pihak BPJS Kesehatan tidak mampu mengolah besarnya iuran yang masyarakat bayarkan setiap bulan dan BPJS juga tidak mampu menekan kepada para pengusaha yang tidak membayarkan iuran BPJS Kesehatan pekerjanya dan mendaftarkan kepersertaan karyawannya secara menyeluruh, pada hal kalau itu di lakukan akan bisa dan signifikan untuk mendongkrak devisit anggaran BPJS Kesehatan.

 

Cece juga menghimbau agar relawan Jamkeswatch jangan membantu untuk meng-iklankan tentang iuran biaya BPJS yang akan dilakukan DJSN.

 

“Mari kita tolak semua yang merugikan dan tidak menguntungkan dijaminan kesehatan. Masih banyak keluhan dan fasilitas rumah sakit yang saat ini masyarakat tuju untuk berobat seperti NICU, PICU, ICU, ICCU. Semua masih terbatas di rumah sakit, seharusnya diperbaiki dulu fasilitas dan pelayanan peserta BPJS di rumah sakit. Selagi belum ada perbaikan tentang fasilitas dan pelayanan di rumah sakit tersebut wajib kita tolak mentah mentah rencana kenaikan iur biaya BPJS.” tegasnya lagi.

 

“Dan kami DPD DKI dan DPD lainnya dalam waktu dekat akan melakukan aksi penolakan serentak di seluruh Indonesia dan bergelombang secara besar besaran dan akan bergabung bersama DPN Jamkeswatch melakukan aksi di Kemensos, Kemenkes, BPJS Kesehatan dan istana negara.” ungkap Daryus yang juga merupakan pembina DPD Jamkeswatch DKI Jakarta.  (Omp/jim).

Facebook Comments