Doni Ariyanto Bakar Semangat Aksi Massa Di Depan Gedung DPR RI

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Aksi depan gedung dewan DPR-RI hari ini (Senin, 03/08/2020) menjadi sebuah titik lanjut perjuangan salah satu perangkat organisasi di Surabaya, yakni Doni Ariyanto dalam upaya menggagalkan segala macam dan bentuk pembahasan RUU Cipta Kerja.

Datang jauh-jauh dari Jawa Timur ke pusat kota pemerintahan, pria kelahiran Ngawi tersebut turut menyampaikan pesan-pesan dan motivasi yang mampu membakar semangat seluruh massa aksi yang hadir di sekitar lokasi unjuk rasa melalui orasinya.

Bacaan Lainnya

“Di pemerintahan saat ini, jangan pernah berharap negara hadir untuk rakyatnya, yang ada malah negara merampok rakyatnya, melalui produk hukum yang sangat tidak berpihak kepada masyarakat.” Teriak lantang Dony saat orasi di atas mobil komando milik DPW FSPMI DKI Jakarta, yang lantas mendapatkan sahutan positif dari seluruh massa aksi.

Doni pun menambahkan, semua perilaku orang-orang pemerintahan di seluruh wilayah di negara ini, seluruhnya sama-sama bebalnya, karena dianggapnya tidak pernah sama sekali mau mendengar aspirasi masyarakat yang sedang mengadu permasalahan yang terjadi di lapangan ke mereka (pemerintah).

Hal tersebut tentunya sangat berdasar, jika melihat semua kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah akhir-akhir ini, tidak hanya di sektor buruh, di sektor pendidikan pun kini telah muncul sebuah kebijakan yang di rasa tidak berpihak kepada masyarakat, terutama kelas menengah kebawah, yakni kebijakan sistem pembelajaran daring.

Di sektor kelautan pun juga sama, dimana kebijakan pemerintah melalui mentri kelautannya yang saat ini melegalkan penjualan bibit lobster pun menuai kecaman dari masyarakat, karena di nilai akan mengancam keberlangsungan mata pencaharian nelayan di masa yang akan datang.

Sebelum mengakhiri orasinya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Surabaya ini pun, mengembalikan pilihan perubahan kepada para peserta aksi.

“Jika ingin ada perubahan dan mau menggagalkan Omnibus Law yang ada saat ini, semuanya tergantung kepada kalian (buruh), mau bergerak dan bertarung, atau berdiam diri dan membiarkan penindasan kepada kaum buruh terjadi, siap berjuang???” Ucap Dony.

(Bobby – Surabaya)

Pos terkait