CV. Penerbit Mediatama Pekanbaru Diduga Lakukan PHK Sepihak

  • Whatsapp

 

Pelalawan KPonline– Dilema tenaga kerja Indonesia bak telah tenggelam dalam akibat perlakuan oknum serakah yang akan memanfaatkan ketidaktahuan pekerja/buruh dan kini perlahan mulai terangkat kepermukaan. Pertanyaan yang kerap kali memilukan adalah “Iya pak, kami didzolimi tapi kemana kami harus mengadu pak ?”.

Bacaan Lainnya

Selasa, 25/08/2020 Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (LBH FSPMI) Provinsi Riau yang hadir di kota Pekanbaru Provinsi Riau mendapati pelaporan kasus ketenagakerjaan yang berkesan miris.

Pekerja atas nama Taufik Walhidayah Hasibuan (26) yang berdomisili di kota Pekanbaru (29/01/2020) kerena panggilan kerja terhadap lamaran yang telah ia sampaikan kepada satu perusahaan penerbit yakni CV. Penerbit Mediatama cabang Pekanbaru-Riau.

Kontrak kerja waktu tertentu selama 2 (dua) tahun dengan perusahaan CV. Penerbit Madiatama hanya berlangsung selama 3 (tiga) bulan, dengan alasan pekerja tidak pantas/tidak layak bekerja di perusahaan.

“Dalam pemutusan kontrak yang semena-mena ini selain menimbulkan kekecewaan saya beserta kedua orang tua saya atas perlakuan pihak perusahaan, sisa upah dan jaminan saya bekerja yaitu ijazah asli saya tidak di kembalikan kepada saya” ungkap pekerja.

“Saya sudah meminta hak-hak saya termasuk ijazah Strata satu (S1) saya, akan tetapi pihak pengusaha tidak memberikan nya, bahkan mempersulit saya” ujar pekerja kepada awak Media koranperjuangan Kab. Pelalawan-Riau.

Dengan berdasarkan pelaporan yang diterima oleh Direktur LBH FSPMI Provinsi Riau Maulana Syafi’i SHI maka pada 27/08/2020 anggota LBH FSPMI Provinsi Riau mengambil langkah awal perundingan yakni menyurati pihak pengusaha guna berdiskusi dengan perusahaan secara Bipartit.

Saat pertemuan LBH DPW FSPMI Provinsi Riau menindak lanjuti surat Bipartit yang telah dilayangkan, pertemuan dengan Admin An. Aji Pangestu dan Supervisor An. Manuppa Siahaan sangat disayangkan managemen perusahaan tidak bersedia melakukan perundinganpak/musyawarah secara Bipartit dengan alasan “Kami tidak bisa pak langsung aja ya sama kepala cabang, kami tidak bisa” ujar Admin dan Supervisor CV. Penerbit Mediatama cabang Pekanbaru.

Kepala Cabang CV. Penerbit Mediatama menjelaskan, “Kami sudah melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai dengan prosedur pekerja An. Taufik di PHK dengan dasar kurang berkompeten dan tidak layak bekerja di perusahaan CV. Penerbit Mediatama, meskipun kontrak kerja PKWT telah ditanda tangani selama 2 (dua) tahun, pada 3 (tiga) bulan masa training pekerja kami anggap tidak lulus dalam masa training, dan semua cabang CV. Penerbit Mediatama melakukan hal yang sama”, jelasnya dalam wawancara singkat dengan awak media.

Dan mengenai ijazah pekerja masih dalam tahap rekonsil sub transaksi dan pasti akan dikembalikan, terkait dengan surat permohonan Bipartit II dari LBH Serikat Pekerja, pimpinan perusahaan akan menghadirinya”, lanjutnya.

LBH FSPMI Provinsi Riau menambahkan, “Kita akan menindak lanjuti semua pernyataan dari pihak pengusaha, karena kami selaku kuasa hukum yang bersangkutan akan mengupayakan agar terjadi kesamaan pendapat terkait dengan masa training tiga bulan”.

“Menurut aturan seharusnya dalam PKWT tidak ada pemberlakukan masa training, dan tentang proses ijazah yang ditahan kami pikir itu adalah sebuah perlakuan yang tidak pantas”, ujar tim LBH.

(Marjoni/Sari Yulianvi)
Photograper: Ryan

Pos terkait