Curhatan Pedagang Kaki Lima di Aksi Buruh Kota Batam

  • Whatsapp

Batam,KPonline – Ditengah teriknya cuaca dalam aksi buruh hari ini (31/10) di depan Kantor Walikota Batam, buruh yang berdemo menuntut perbaikan kesejahteraan melalui upah ditemani para pedagang yang juga mencoba mencari rejeki ditengah massa buruh.

Namanya Pak Mustafa, sambil sibuk melayani pembeli es cendolnya beliau bercerita dan mengeluhkan kondisi perekonomian yang buruk akhir-akhir ini. Omset penjualannya menurun drastis beberapa tahun terakhir ini. Semakin sulit untuk menjual barang dagangannya, beliau sudah berusaha berjualan dengan berbagai cara hingga memasukkan makanan-makanan ringan ke perusahaan-perusahaan. Namun naiknya harga bahan baku dan melemahnya daya beli pekerja dan masyarakat umum menjadi penyebab utama usahanya gulung tikar. Berjualan es cendol ini sudah dijalani selama 2 tahun belakangan sejak usaha jualannya yang sebelumnya harus bangkrut.

Bacaan Lainnya

Hari ini buruh Kota Batam kembali turun ke jalan dan mendatangi Walikota Batam di kantor dinasnya. Untuk menyuarakan penolakannya, terutama pencabutan PP78 Tahun 2015 yang mengkerdilkan perundingan upah minimum kota. Dan Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam Alfitoni dalam orasinya mengkritisi Surat Edaran Menteri yang terkesan mengancam kepala daerah yang tidak mematuhi PP78 Tahun 2015 dalam memutuskan dan mengesahkan besaran Upah Minimum Kota disemua daerah di Indonesia. Hal ini sangat mengecewakan kaum pekerja yang berharap adanya perbaikan pendapatannya untuk tahun depan.

Semoga apa yang diperjuangkan kaum pekerja diseluruh Indonesia saat ini terkait dengan upah, bisa berhasil dengan baik sesuai harapan.

(Dion)

Pos terkait