Celetus Daniel Marbun Ketua KC FSPMI Labuhan Batu

  • Whatsapp

Medan, KPonline – Awalnya aku yakin bahwa kemiskinan dan ketertindasan buruh ini bukanlah nasib. Tapi tahun demi tahun, rezim berganti rezim buruh tetap miskin dan melarat. Kata Daniel Marbun

Sebagai ketua KC FSPMI Labuhan Batu itu pun menyatakan. Aku pikir, zaman semakin maju dan secanggih apapun, sepertinya penindasan, dan penghisapan terhadap buruh belum ada tanda tanda mau lepas. Malah semakin miskin. Ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Apakah ini pengaruh segelas kopi, sehingga muncul fikiran seperti ini?. Marah pula nanti group pecinta dan petani kopi, pikirnya gara-gara kopi pula penyebabnya. Candanya

Era seperti ini, masih banyak perusahaan membayar upah dibawah ketentuan. Di kota aja begitu, bagaimana lagi di perkebunan sawit sang primadona indonesia saat ini. Ujar Daniel Marbun kepada Media Perdjoeangan

Lalu kemana pengawas ketenagakerjaan selama ini. Efektifkah kinerja mereka, atau mmg undang-undang tidak memungkinkan mereka tidak bergerak. Penanganan kasus tanpa batas waktu, dimana rasa keadilannya. Tanya Daniel Marbun

Lalu peran penegak hukum dalam pelanggaran hak-hak buruh bagaimana? Tambahnya

Sebelum mereka komentar aku mencoba mereka-reka. Ya, Jumlah personil terbatas karena jumlah usaha banyak. Sumber daya manusianya terbatas anggaran sangat terbatas, sampai ngirim suratpun kami menitip sama buruhnya. Sambung Daniel Marbun

Kadang ditanya kepenegak hukum yang lain, bukan tupoksi kami, bukan kewenangan kami. Tegasnya

Huk.huk..huk mau muntah.
Akhirnya seperti gasing berputar-putar nggak tahu kapan selesainya.

Ahhhhh udahlah….
Cepek kali kau bung!!!!
Ia juga ya..!!!
Salam buat PNS ( Penitip Nasib Sejati)
Semoga cepat sadar. Tutup Daniel Marbun

Pos terkait