Perundingan Deadlock, PUK CV. Dinar Sarana Siap Lanjutkan Ke Mediasi

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Dengan dikawal para anggota, PUK SPAI-FSPMI CV. Dinar Sarana melakukan perundingan bipartit ke-2 dengan manajemen CV. Dinar Sarana terkait upah selama dirumahkan.

Acara pun berlangsung pada pukul 11.00 WIB di kantor CV. Dinar Sarana yang bertempat di Jalan Mancong, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Selasa (23/06).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kesempatan tersebut tim perunding dari PUK SPAI-FSPMI CV.Dinar Saran antara lain: Darsim (Ketua PUK), Enden Taryana (Pengurus PUK), Yopi Alamsyah (Sekretaris PUK) dan Rantinia (Pengurus PUK). Sementara itu dari pihak perusahaan nampak hadir 2 (dua) orang kuasa hukum/ pengacara dengan didampingi personalia bernama Taufik.

Mengetahui pihak perusahaan melibatkan kuasa hukumnya kepada 2 orang pengacara, akhirnya mengundang reaksi dari para pimpinan KC, PC, Garda Metal. Bahkan para anggota PUK FSPMI di luar Kota Cimahi, yaitu dari Kabupaten Bandung Barat akhirnya secara bergelombang berdatangan ke depan area perusahaan atau CV tersebut.

Untuk menjaga kondusifitas disekitar area CV tersebut, aparat Kepolisian dari Polsek Cimahi Selatan juga nampak hadir. Bahkan Sat Intel dan perwakilan Kepolisian dari Polres Cibabat Kota Cimahi juga nampak hadir di depan area CV, hal itu dibuktikan dengan adanya 4 buah mobil patroli depan pabrik.

Sekitar pukul 12.30 WIB akhirnya perundingan selesai. Berdasarkan isi risalah dari kedua belah pihak, bahwa perundingan bipartit ke-2 tersebut dinyatakan deadlock. Kedua belah pihak tetap pada pendiriannya, yakni dari pihak pekerja menuntut upah selama di rumahkan sebesar 50% dari upah pokok, sementara dari pihak perusahaan tetap menyanggupi hanya sebesar 20% dari upah pokok.

Melihat perkembangan tersebut, PUK akan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut ke tingkat mediasi dengan didampingi oleh tim Advokasi PC SPAI-FSPMI Bandung Raya.

(Drey)

Pos terkait