Cegah Covid-19, DPRD Purwakarta Meminta Pemerintah Segera Meliburkan Buruh

  • Whatsapp

Purwakarta, KPonline – Untuk menghentikan penyebaran virus Corona (Covid-19), anggota Komisi I DPRD kab. Purwakarta Didin Hendrawan, S. E meminta kepada pemerintah untuk mengimbau pengusaha, meliburkan pekerja dengan tetap membayar upah penuh.

Didin yang juga merupakan bagian dari FSPMI menyatakan, sudah jelas surat maklumat yang dikeluarkan oleh Kepolisian tentang larangan berkerumun dan berkumpul, serta telah turun surat edaran dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Purwakarta yang menghimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas di luar rumah atau berdiam di rumah, belajar dan bekerja dari rumah. Tentu hal ini dalam rangka upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Berita Lainnya

Oleh karena itu, kami meminta agar pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan pabrik-pabrik atau perusahaan. Karena potensi penyebaran virus cukup besar disana. Kata Didin Hendrawan.

Kemudian, sejalan dengan imbauan pemerintah tersebut, diharapkan kepada masyarakat untuk sementara waktu, tidak berkumpul di satu tempat. Pungkas Didin Hendrawan.

Senada dengan Obon Tabroni. Didin menambahkan, “imbauan untuk tidak berkumpul tidak akan efektif kalau tidak disertai dengan kebijakan yang lebih konkret. Misalnya dengan meliburkan pekerja, namun tetap membayar upah. Karena di Purwakarta terdapat Pabrik atau Perusahaan dengan jumlah yang banyak dan di dalamnya terdapat ribuan pekerja”, katanya.

Kemudian, masih senada dengan Obon Tabroni. Sepanjang pabrik masih beroperasi, kerumunan orang akan sulit dihindari. Karena setiap hari para buruh masih harus berdesakan di jalan-jalan umum, angkutan kota, bus jemputan dan yang bekerja di lokasi serta tempat yang sama.

“Kita bisa melihat melalui media massa dan media sosial, setiap hari masyarakat yang positif Covid-19 terus bertambah,” tegas Didin Hendrawan.

Sehingga menurut hemat kami meliburkan pekerja menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Jangan sampai terlambat. Jangan menunggu korban lebih banyak lagi baru kemudian memutuskan untuk meliburkan pabrik atau perusahaan. Lanjutnya kepada Media Perdjoeangan.


Hal yang tidak kalah penting di masa sulit akibat pandemi Covid-19, kami juga mengimbau kepada pemerintah agar memberikan insentif untuk masyarakat. Terutama untuk menjamin kebutuhan pokok mereka terpenuhi selama berdiam di rumah. Apalagi di masa social distancing ini, banyak yang tidak bisa bekerja, sehingga tidak lagi memiliki penghasilan. Ujarnya kembali menambahkan.

Sementara itu, terkait dengan tes Corona, kami meminta agar rakyat miskin yang didahulukan. Karena masyarakat kurang mampu sangat rentan terinfeksi Covid-19. Mereka tidak memiliki cukup uang untuk berobat dan membeli vitamin atau antibiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Imbuh Didin.

Pos terkait