Buruh Bogor Kecewa, Bupati Tidak Mau Bertemu

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Ratusan buruh Bogor yang hari ini menghadiri audensi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor mulai sore ini merangsek ke Pendopo Kantor Bupati Kabupaten Bogor. Hal ini dilakukan setelah merasa dikecewakan dengan proses audensi yang sebelumnya telah dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Audensi tentang UMSK Bogor yang rencananya melibatkan 3 unsur Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, akan tetapi pada kenyataannya, tidak ada satupun perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Bogor yang hadir, tanpa alasan yang jelas. Bahkan pihak Disnakertrans Kabupaten Bogor sendiri selaku pihak yang mengundang untuk melakukan audiensi , seolah-olah malah tidak menghargai kaum buruh. Terbukti dengan sejumlah pegawai Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor yang menjadi bagian dari Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, tidak menampakkan dirinya.

Merasa dibodohi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, ratusan buruh kemudian menuju kantor Bupati Bogor yang berlokasi tidak jauh dari Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor.
Sesampai di Kantor Bupati , perwakilan dari buruh yang berharap ketemu dengan Bupati ternyata hanya diberikan harapan palsu. Bupati Bogor ternyata sedang tidak di kantornya.

Seperti yang diungkapkan oleh Suryadi, salah seorang buruh Bogor yang berasal dari Ciawi. Dia bersama puluhan buruh Ciawi, merasa kecewa dan kesal, atas apa yang telah dilakukan oleh Bupati Bogor. “Bupati Bogor yang sekarang sama aja kayak yang dulu-dulu. Tukang bohong semua. Janji-janji politiknya dusta” ungkap Suryadi dengan nada kesal. Pasalnya, sejak pagi dia bersama ratusan buruh yang lainnya sudah mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor, dengan harapan penetapan UMSK segera diputuskan.

Untuk meluapkan kekecewaan yang berkepanjangan, sampai berita ini diturunkan, ratusan buruh Bogor masih bertahan di Pendopo Kabupaten Bogor. (Anom)

Pos terkait