Buntut Kasus PT. Jin Myoung Giliran DPRD Bandung Barat Di Demo FSPMI

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, para pekerja/buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat kembali rame-rame mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat Jalan Tagog. Padalarang. Bandung Barat pada Selasa (15/06/21).

Sekitar pukul 11.45 WIB para perwakilan masa aksi di terima beraudiensi oleh komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Bacaan Lainnya

Nampak hadir dalam audiensi tersebut para pimpinan PC dan PUK FSPMI Bandung Barat, pimpinan SP/SB Bandung Barat, perwakilan komisi IV DPRD Bandung Barat, Kabid dan Mediator HI Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat.

Dede Rahmat (selaku perangkat KC FSPMI Bandung Barat sekaligus sebagai Sekretaris DPW FSPMI Jawa Barat) menyampaikan aspirasinya, menurutnya sangat di sayangkan pihak perusahaan melalui pengacaranya, mengabaikan surat panggilan dari pihak DPRD Bandung Barat, dan itu kami rasa perusahaan tidak menghargai peran dan fungsi daripada DPRD yang dimana ada kaitannya dengan bidang ketenagakerjaan, sementara pelanggaran yang di lakukan oleh perusahaan PT. Jin Myoung, PT. Yihwa Textile dan PT. Palmastex adalah pelanggaran hak normatif semua, “tuturnya.

Lebih lanjut Dede menyampaikan, Kami tidak mau perusahaan terkena sanksi, maka kami tetap meminta agar pihak eksekutif maupun legislatif memberikan peringatan terhadap perusahaan PT. Jin Myoung supaya menjalankan isi nota pengawasan UPTD Provinsi Jawa Barat, sudah semaksimal mungkin mempasilitasi kami, dan kami menduga buruh ini akan di bunuh secara perlahan oleh pihak pengusaha, dengan menelantarkan selama berbulan-bulan terkatung-katung tidak di upah, “tegasnya.

Sementara itu Dadang (DPC TSK SPSI Bandung Barat), menyampaikan bahwa di Bandung Barat banyak perusahaan-perusahaan yang sudah kami duga kuat telah banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran, ia menekankan pasca aspirasi ini kami sampaikan jangan hanya menjadi catatan saja, namun dapat ditindaklanjuti dengan pelaksanaan nyata di lapangan, tujuan kita bukan untuk mendikte atau menghakimi pihak perusahaan, kami berharap kasus di PT. Jin Myoung dan yang lainnya agar segera di selesaikan dengan cepat, sehingga mereka para pekerja/buruh di Bandung Barat dapat mencicipi hak-hak normatifnya, “ucapnya.

Kiki (selaku DPC RTMM SPSI Bandung Barat), berharap selepas audiensi ini, dapat memfolow up dan menindaklanjuti aspirasi-aspirasi yang kami sampaikan, agar permasalahan ini tidak berlarut-larut serta dapat segera mencair, “katanya.

Sementara itu pihak DDRD yang di wakili oleh Amung menanggapi, kami siap mendorong PLT Bupati agar melakukan penyelesaian secara komprehensip dan menampung serta menyampaikan kepada pihak pemerintah Bandung Barat berbagai keluh kesah pihak pekerja, namun kami hanya berwenang dalam bidang ketenagakerjaan saja, sebab kami komisi IV DPRD, terbentur oleh regulasi. Pada prinsipnya kami belum dapat berwenang secara penuh, karena posisi kami hanya sebagai perangkat lembaga, bukan pimpinan lembaga, “tuturnya.

Drey

Pos terkait