Jika Audiensi Dengan Plt Bupati Tiga Pengusaha Tak Hadir, Aksi Depan Perusahaan Kembali Akan Digelar

  • Whatsapp

 

Bandung, KPonline – Setelah kemarin aksi di depan Kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat, FSPMI Kabupaten Bandung Barat melanjutkan aksinya di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung Barat Selasa 15 Juni 2021.

Karena aksi saat ini sebagai aksi kemanusian, jadi tidak hanya untuk kaum buruh saja, melainkan untuk semua elemen masyarakat yang masih atau belum bekerja, meskipun diantaranya masih ada yang tidak paham tentang aturan-aturan ketenagakerjaan, tidak dapat dipungkiri, jika ini terus didiamkan, maka keadaan pekerja/buruh Bandung Barat tidak jauh beda dengan di Palestina, hanya saja di Bandung Barat tidak pake bom dan peluru melainkan dengan system kerja atau semacam penjajahan gaya baru (moderen).

Yandi Setiawan selaku Advokasi PC FSPMI, bahwa tuntutan kami para pekerja/buruh masih sama, yakni meminta agar dipekerjakan kembali semua anggota PUK FSPMI PT. Jin Myoung
dan segera jalankan seluruh isi nota pengawasaan ketenagakerjaan serta tindak dan beri sanksi tegas terhadap perusahan yang melakukan pelanggaran hak normatif.” tegasnya.

Bukan hanya PT. Jin Myoung saja yang saat ini bermasalah, PT. Yihwa Textile dan PT. Palmastex pun banyak melanggar hak-hak normatif yang semestinya didapatkan oleh para pekerja nya, harapannya
DPRD KBB bukan hanya mendorong atau menampung aspirasi kami para pekerja, akan tetapi segera melakukan tindakan tegas terhadap seluruh perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Bandung Barat khususnya, perusahaan yang telah melanggar hak-hak normatif para pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara ini,” pungkasnya.

Adapun besok (Rabu 16/06/21), rencananya akan dijadwalkan audiensi di kantor Pemkab Bandung Barat dengan PLT Bupati (Hengki Kurniawan), kami bersedia dengan catatan pengusaha PT. Jin Myoung, PT. Yihwa Textile dan PT. Palmastex hadir, namun kalau tidak, maka akan tetap menggelar aksi dengan masa yang lebih banyak dari saat ini.” ungkap Dede Rahmat.

Oding Maung