Berita Foto: Mereka yang Tak Pernah Mangkir Sejak Perkara Dimulai

Berita Foto: Mereka yang Tak Pernah Mangkir Sejak Perkara Dimulai

Jakarta, KPonline-Di setiap persidangan, perhatian publik biasanya tertuju kepada majelis hakim, para penggugat, maupun kuasa hukum yang saling beradu argumentasi di ruang sidang. Namun, ada pemandangan lain yang tak kalah menarik dalam perkara gugatan perdata Nomor 155/PDT.G/2026/PN JKT.TMR terhadap Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Sejak sidang pertama hingga memasuki persidangan ke-10 yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026), sejumlah pengurus serta Garda Metal dan anggota serikat pekerja FSPMI tampak konsisten hadir mengawal jalannya proses hukum. Mereka datang bukan sebagai pihak yang berperkara, melainkan sebagai bentuk dukungan moral terhadap organisasi yang selama ini menjadi rumah perjuangan mereka.

Bacaan Lainnya

Di tengah padatnya aktivitas kerja dan organisasi, kehadiran mereka menjadi simbol bahwa solidaritas tidak hanya hidup saat aksi massa berlangsung di jalanan. Solidaritas juga hadir dalam ruang-ruang sunyi pengadilan, ketika sebuah organisasi harus menghadapi gugatan dan menjalani proses hukum yang panjang.

Dari sidang ke sidang, wajah-wajah yang sama kembali terlihat memenuhi Gerbang Kantor Pengadilan. Mereka mengikuti jalannya persidangan, mencatat perkembangan perkara, dan menunggu hingga persidangan selesai. Tidak sedikit yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memastikan mereka dapat hadir memberikan dukungan.

Bagi mereka, kehadiran tersebut bukan sekadar formalitas. Mereka meyakini bahwa organisasi dibangun atas dasar kebersamaan, sehingga ketika organisasi menghadapi tantangan, seluruh elemen memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawalnya.

Foto yang diabadikan pada persidangan ke-10 ini menjadi saksi bahwa komitmen dan loyalitas masih menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh sebagian anggota serikat pekerja FSPMI. Di tengah dinamika hukum yang masih berlangsung, mereka memilih tetap berdiri bersama, menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya diucapkan dalam slogan, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata.

Persidangan mungkin masih akan berlanjut dengan agenda-agenda berikutnya. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas hingga saat ini, yakni adanya sekelompok orang yang tak pernah absen mengawal proses tersebut sejak hari pertama. Mereka hadir bukan untuk mencari sorotan, melainkan untuk memastikan bahwa semangat solidaritas tetap menyala di setiap tahapan perjuangan.

Karena bagi mereka, organisasi bukan hanya sebuah nama atau lambang. Organisasi adalah rumah besar yang harus dijaga bersama. Dan ketika rumah itu sedang menghadapi ujian, mereka memilih tetap berada di sana—dari sidang pertama hingga sidang kesepuluh, tanpa pernah mangkir.

Pos terkait