Ambruknya Jembatan Sicanang Belawan

  • Whatsapp

Medan, KPonline – Belum setahun pasca robohnya jembatan Titidua Sicanang pada November 2017 silam, kini jembatan yang menghubungkan kelurahan Belawan Sicanang dengan kelurahan Belawan Bahari ambruk kembali.

“Disinyalir akibat ketidakseriusan pemerintah khususnya Pemko Medan melakukan pembangunan jembatan yang menggunakan uang rakyat tersebut,” ungkap Haris Kelana Damanik (foto), Ketua Dpk Lsm Strategi Kota Medan di kantornya Tanah 600 Marelan, Kamis (25/10/2018).

Bacaan Lainnya

Tokoh masyarakat Medan Utara yang akan mengikuti kontestasi legislator sebagai Caleg DPRD Medan No. 4 besutan Partai Gerindra ini meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap semua pihak, mulai unsur pejabat pemerintah yang berkompeten sampai rekanan pelaksana pekerjaan.

“Wajar kalau kita curiga, soalnya belum setahun kok sudah rusak?” Ketus Caleg Dapil 2 yang daerah pemilihannya meliputi kecamatan Medan Marelan, Deli, Labuhan, dan kecamatan Medan Belawan dengan nada kesal.

Haris Damanik, yang juga menjabat Ketua PAC Partai Gerindra Marelan kemudian menjelaskan dampak ambruknya jembatan Titidua Sicanang pekan lalu mengakibatkan aktifitas ratusan warga masyarakat terganggu, harus antri menyeberangi jembatan darurat yang dibuat memakai batang pohon kelapa maupun kayu. Hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki dan rawan jatuh alias tercebur ke sungai yang arusnya cukup deras apalagi saat pasang.

“Kondisi ini tentunya menambah kesengsaraan rakyat!?” Tegas Caleg berlogo SABAR atau Sahabat Bang Haris mengingat sudah hampir sepekan perbaikan jembatan yang panjangnya hanya berkisar tiga puluhan meter tak kunjung usai, bahkan terkesan lambat.

Sebab disamping akses penghubung, jembatan Titidua juga merupakan jalur lalu lintas perekonomian masyarakat dari dan menuju Sicanang yang rata-rata warganya tergolong menengah ke bawah.

Dari itu, Haris meminta semua komponen terkait untuk lebih proaktif menyikapi persoalan ini, agar fenomena ambruknya jembatan Titidua Sicanang menuai jawaban.

“Bukan sebatas dikerjakan, tapi telusuri juga akar permasalahannya, kenapa baru hampir 1 tahun selesai diperbaiki, jembatan tersebut sudah rusak lagi,” paparnya.

“Jika terbukti adanya pelanggaran ketentuan oleh oknum tertentu, untuk ┬ásegera diproses ke ranah hukum”, tegas Haris Kelana Damanik dan mengatakan pihaknya akan terus memantau permasalahan ini sampai tuntas, agar ke depan tidak terulang kembali. (FZB)

Pos terkait