Bogor, KPonline-Gelombang solidaritas terhadap perjuangan pekerja Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Immortal Cosmedika Indonesia terus menguat. Dalam aksi yang berlangsung hari ini, massa buruh membawa berbagai poster tuntutan, di antaranya penolakan union busting serta desakan penghentian dugaan pemotongan upah pekerja.
Ridwansyah selaku Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Bogor menegaskan bahwa persoalan upah merupakan hal paling mendasar bagi kaum buruh. Menurutnya, upah bukan sekadar angka, melainkan sumber kehidupan bagi pekerja dan keluarganya.
“Upah adalah urat nadi buruh. Dari situlah kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, makan sehari-hari, hingga biaya hidup bergantung. Karena itu kami berharap pemotongan ini segera berakhir,” tegas Ridwansyah di sela aksi.
Ia menilai, apabila terjadi pemotongan upah secara sepihak, maka dampaknya sangat besar terhadap kondisi ekonomi pekerja. Terlebih di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, buruh membutuhkan kepastian penghasilan yang layak dan dibayarkan penuh sesuai aturan.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyerukan penghentian praktik union busting serta meminta perusahaan menghormati hak berserikat. Para peserta aksi menilai pekerja memiliki hak menyampaikan aspirasi tanpa intimidasi ataupun tekanan.
Suasana aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para buruh secara bergantian menyampaikan orasi, membawa spanduk perjuangan, serta menyerukan pentingnya keadilan di tempat kerja.
PC SPAI FSPMI Bogor menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan pekerja yang sedang memperjuangkan hak normatif mereka.
Solidaritas antar buruh disebut sebagai kekuatan utama untuk menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan dengan tuntutan agar dugaan pemotongan upah dihentikan dan hak-hak pekerja dipulihkan sepenuhnya.