Purwakarta, KPonline–Gelombang semangat buruh PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) terus meningkat. Sebagai kelanjutan dari giat sebelumnya di Plant 1, jajaran pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. HMMI kembali menggelar Konsolidasi Akbar yang bertempat di area absensi Plant 2 (Machining & Engine). Senin, (27/4/2026).
Ratusan anggota berbaju seragam putih kebanggaan FSPMI tampak memadati area tersebut dengan tangan terkepal, menyuarakan tekad yang sama dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Konsolidasi ini dipimpin langsung oleh Ketua PUK SPAMK FSPMI PT HMMI, Suryadi Gurning. Dalam orasinya, beliau memaparkan sejumlah isu krusial yang saat ini tengah mengancam kesejahteraan pekerja, sebagaimana yang tertuang dalam spanduk tuntutan mereka, diantaranya:
•Penyelesaian UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh.
•Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (HOSTUM).
•Ancaman PHK akibat dampak ekonomi global dan impor kendaraan.
•Penghapusan Pajak THR, Bonus Tahunan, JHT, dan Jaminan Pensiun.
•Desakan Pengesahan RUU PPRT serta RUU Perampasan Aset.
•Penurunan Potongan Tarif Ojol menjadi 10% sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja.
“Isu-isu ini bukan sekadar tulisan di atas spanduk, tapi kenyataan pahit yang harus kita lawan bersama. Kita tidak boleh diam saat hak-hak kita dikurangi satu demi satu,” tegas Suryadi di hadapan para anggota.

Kemudian, menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, Suryadi menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh anggota. Ia menginstruksikan agar seluruh buruh Hino tetap satu komando untuk turun ke jalan pada 1 Mei mendatang.
“May Day is not a holiday! May Day adalah hari perlawanan. Saya instruksikan kepada seluruh anggota untuk berangkat dan memerahkan Jakarta. Kekuatan kita ada pada persatuan. Jika kita bersama, suara kita tidak akan bisa diabaikan,” pungkasnya yang disambut riuh teriakan “Buruh Bersatu!” dari peserta konsolidasi.
Acara yang berlangsung tertib namun penuh energi ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama untuk menjaga soliditas organisasi demi masa depan buruh yang lebih sejahtera.