Akhir Dari Riwayat Pasaraya Sri Ratu

Semarang, KPonline – Beredarnya pesan berantai pada WA yang menyebutkan ada diskon besar-besaran yang dimulai hari Jum’at (15/2/2019) di Pasaraya Sri Ratu, Jl. Pemuda Semarang membuat penasaran para konsumen di kota Semarang untuk menyerbunya. Apalagi dalam pesan tersebut juga menyatakan bahwa Pasaraya Sri Ratu akan secara resmi tutup pada tanggal 28/2/2019.

Pasaraya Sri Ratu yang merupakan pusat perbelanjaan besar di kota Semarang pada era 80-an sampai 90-an ini berdiri pada tanggal 28 Juli 1978 oleh Bapak Tresno Santoso di jalan Pemuda nomor 29-33 Semarang dan memiliki 7 lantai.

Bisnis ritel yang terus menerus menurun dalam lima tahun belakangan menyebabkan Pasaraya Sri Ratu terkena imbasnya dengan menutup 7 dari 8 cabang yaitu Sri Ratu Peterongan Kota Semarang, Purwokerto, dua pasaraya di Pekalongan, Madiun, Kediri, dan Tegal, kini tinggal menyisakan Sri Ratu Pemuda Semarang saja. Itupun hanya dua lantai yang masih difungsikan.

Namun pada akhirnya setelah 40 tahiun berdiri dan menghadapi persaingan antar ritel, beredar rumor bahwa Pasaraya Sri Ratu benar-benar akan tutup seluruhnya pada tanggal 28 Februari 2019, dan dibenarkan pula oleh Operation Manager Sri Ratu Group Tri Budi Suharyono seperti dilansir dari media masa.

Tak bisa dipungkiri lagi dengan bergulirnya Revolusi Industri 4.0 secara tidak langsung juga berdampak pada bisnis ritel dimana kebiasaan masyarakat sudah bergeser dari berbelanja ke pasar swalayan beralih ke jual beli online. Apalagi dengan persaingan antar swalayan dan mal yang ada di Semarang semakin menenggelamkan pamor Sri Ratu.

Sekarang kita hanya bisa menunggu waktu sampai kapan dampak dari Revolusi Industri 4.0 ini terhadap bisnis Ritel yang ada di Semarang. Dan yang terpenting adalah nasib dari karyawan yang ter-PHK semoga mendapat perlindungan dan advokasi dari Serikat Pekerjanya.(sup)