500 Pekerja PT Pakerin Siaga 24 Jam, Kawal Aset Perusahaan yang Diduga Akan Dijual Diam-diam

500 Pekerja PT Pakerin Siaga 24 Jam, Kawal Aset Perusahaan yang Diduga Akan Dijual Diam-diam

Mojokerto, KPonline – Suasana di kawasan Mess PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin), Mojokerto, terasa berbeda pada Sabtu siang (20/6/2027). Setelah rampung menggelar rapat besar bersama 500 anggota Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAI FSPMI) PT Pakerin, para pengurus dan koordinator lapangan langsung menggelar rapat pimpinan untuk merespons isu yang meresahkan.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh sejumlah tokoh serikat, diantaranya Eka Hernawati selaku perwakilan Pimpinan Cabang SPAI, Agus Suprianto dari tim lobi, Koordinator Lapangan Aksi Doni Ardianto, serta perwakilan dari 50 koordinator lapangan aksi tingkat PUK PT Pakerin.

Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kabar yang beredar luas di kalangan pekerja: dugaan bahwa PT Pakerin berupaya menjual aset perusahaan secara diam-diam, sedikit demi sedikit, untuk kepentingan pihak PT PAKERIN. Langkah itu dinilai sebagai upaya menghindari kewajiban membayar hak-hak pekerja yang hingga kini masih belum tuntas.

Dalam forum tersebut, Doni Ardianto menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh anggota. Ia meminta agar kewaspadaan ditingkatkan secara maksimal, bahkan hingga 24 jam penuh.

“Kini saatnya seluruh anggota bersiaga 24 jam. Apabila ada mesin atau aset lain yang hendak dikeluarkan dari kawasan pabrik, kawan-kawan harus siap menghadang, apa pun risikonya. Karena aset itu juga ada hak-hak anggota kita,” ujar Doni dengan nada penuh penekanan.

Ia juga mengimbau agar seluruh pekerja saling mengoordinasikan diri dan segera merapat jika mendeteksi adanya upaya pemindahan aset secara mencurigakan.

“Kabarkan ke seluruh anggota untuk tetap siaga. Dan intruksi kan. Jika ada indikasi atau upaya membawa keluar aset, jangan tunggu lama. Segera bantu kawan-kawan yang lain dan bergerak bersama,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, suasana di lingkungan PT Pakerin masih terpantau kondusif, meskipun ketegangan mulai terasa di kalangan pekerja. Mereka berharap langkah kewaspadaan ini dapat mencegah potensi pengalihan aset yang dinilai dapat merugikan ribuan karyawan yang telah lama mengabdikan hidupnya di perusahaan tersebut.

Sementara itu, pihak manajemen PT Pakerin belum memberikan tanggapan resmi terkait isu penjualan aset maupun tuntutan pekerja. Ratusan anggota serikat kini menunggu kejelasan dan komitmen nyata dari perusahaan agar hak-hak mereka tidak terus terabaikan.