Jakarta, KPonline – Workshop Participatory Gender Audit (PGA) digelar pada Jumat, 7 Agustus 2026 bertempat di Hotel Best Western Premier The Hive, Cawang, Jakarta Timur dengan tujuan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang adil, setara, dan inklusif di lingkungan perusahaan/organisasi.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan federasi serikat pekerja anggota KSPI atau perwakilan pekerja laki-laki maupun perempuan dari berbagai Federasi
Participatory Gender Audit merupakan metode evaluasi partisipatif untuk mengidentifikasi kesenjangan gender, kebijakan, praktik, dan budaya kerja di tempat kerja.
Melalui workshop ini peserta diajak melakukan diskusi kelompok, pemetaan kebijakan, serta pengumpulan data untuk melihat sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah diterapkan di Indonesia.
Narasumber workshop adalah dari LO Norway, Olav Andersen, Senior Advisor International Departement, Nadia Shabana, LO Gender Consultant dan Floro R Francisco – Regional Consultant Asia secara bergantian menyampaikan materi dan mengajak peserta aktif diskusi.
Narasumber workshop menekankan bahwa audit ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk membangun rekomendasi konkret agar kebijakan perusahaan lebih responsif gender.
Beberapa isu utama yang dibahas dalam workshop meliputi:
1. Kebijakan Ketenagakerjaan: Rekrutmen, promosi, upah setara, dan cuti melahirkan/ayah.
2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Fasilitas K3 yang ramah perempuan dan laki-laki, termasuk ruang laktasi dan APD yang sesuai.
3. Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan: Mekanisme pelaporan yang aman dan tidak menimbulkan stigma.
4. Partisipasi dan Kepemimpinan: Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan posisi strategis dalam serikat pekerja
Di akhir workshop, peserta menyepakati beberapa rekomendasi awal, antara lain perlunya sosialisasi kebijakan anti diskriminasi, penguatan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, serta pembentukan tim tindak lanjut PGA di tingkat perusahaan.
Panitia penyelenggara berharap hasil workshop ini dapat menjadi dasar penyusunan rencana aksi agar perusahaan/organisasi semakin menghargai keberagaman dan menjamin hak setiap pekerja tanpa diskriminasi.
Penulis : Yanto
Foto : Tendi