Rapat Konsolidasi Akbar Serikat FSPMI PT Pakerin Siapkan Pergerakan

Rapat Konsolidasi Akbar Serikat FSPMI PT Pakerin Siapkan Pergerakan

Mojokerto, KPonline – Suasana di Mess PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) yang terletak di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (20/6/2026) dipadati oleh sekitar 500 pekerja.

Mereka tergabung dalam naungan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan lambang khas “bendera bergigi” dan menggelar rapat konsolidasi akbar Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI PT Pakerin.

Rapat konsolidasi tersebut digelar untuk membahas nasib ribuan pekerja yang hingga kini masih menanti kepastian pembayaran hak-hak mereka. Upah periode Januari, Februari, dan Maret 2026, serta Tunjangan Hari Raya (THR) Idulfitri 2026, belum juga jelas kapan akan direalisasikan oleh manajemen perusahaan.

Namun, persoalan tunggakan upah dan THR rupanya bukan satu-satunya isu yang memicu keresahan. Sejumlah anggota PUK FSPMI PT Pakerin mengungkapkan kekhawatiran baru: adanya informasi bahwa perusahaan diduga akan menjual aset berupa mesin-mesin produksi secara diam-diam. Langkah itu dinilai sebagai upaya untuk menciptakan kesan bahwa perusahaan sedang mengalami kerugian besar, sehingga dapat menghindari kewajiban membayar hak-hak pekerja.

“Permasalahan upah saja belum selesai, kini PT Pakerin seolah menambah kepedihan kepada karyawannya. Kami mendengar ada upaya diam-diam mengeluarkan mesin untuk dijual, sementara hak-hak kami masih belum terselesaikan,” ujar salah satu pekerja yang hadir dalam forum tersebut.

Isu ini sontak mendapat respons cepat dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jawa Timur. Koordinator Aksi Doni Ardianto dalam pidatonya di hadapan massa, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika kabar tersebut terbukti benar.

“Kami sudah mendapat kabar dari anggota bahwa PT Pakerin diduga akan menjual sebagian asetnya. Maka, dalam forum rapat ini kami tegaskan: bila itu terjadi, kami akan lawan. Ketika ada mesin yang keluar dari kawasan pabrik, akan kami hadang,” tegas Doni dengan lantang.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh anggota yang hadir untuk menyebarluaskan informasi ini kepada rekan-rekan yang berhalangan datang. Doni bahkan menyatakan akan menggerakkan aksi massa secara lebih luas mulai pekan depan.

“Kabarkan ke anggota yang berhalangan hadir di rapat kali ini. Mulai minggu depan kita akan bergerak. Kita akan demo di pabrik-pabrik yang memiliki hubungan dengan PT Pakerin, kita akan duduki sampai seluruh permasalahan di PT Pakerin tuntas,” ujarnya dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Doni mengimbau seluruh pekerja untuk bersiaga penuh dan tidak membiarkan satu pun mesin keluar dari area perusahaan.

“Ketika ada kabar mesin hendak dikeluarkan, kawan-kawan harus siap dan siaga. Jangan sampai mesin-mesin itu keluar sebelum hak-hak kita dibayarkan,” tambahnya.

Situasi rapat internal berlangsung dengan khidmat, meskipun semangat para anggota mulai membara untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang dinilai terus diabaikan.

Sementara itu, pihak manajemen PT Pakerin belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para pekerja maupun isu penjualan aset yang beredar. Ratusan pekerja kini hanya berharap agar perusahaan segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan kewajibannya demi kelangsungan hidup mereka dan keluarga.