Siap Kerahkan Kekuatan Nasional, PHK Efisiensi di PT SMA Aeknabara Jadi Prioritas Perjuangan FSPMI

Siap Kerahkan Kekuatan Nasional, PHK Efisiensi di PT SMA Aeknabara Jadi Prioritas Perjuangan FSPMI

Rantauprapat,KPonline –  Gelombang perlawanan terhadap kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) efisiensi yang menimpa puluhan buruh di PT Supra Matra Abadi (SMA) Kebun Aeknabara dipastikan akan mendapat perhatian serius dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Organisasi buruh terbesar di Indonesia itu menegaskan siap mengerahkan seluruh kekuatan organisasi dari tingkat daerah hingga nasional untuk mengawal perjuangan para pekerja.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Sumatera Utara, Willy Agus Utomo, S.H., saat diwawancarai dalam kegiatan Konsolidasi Akbar FSPMI se-Sumatera Utara yang digelar di Aula Sopo Godang, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (5/8/2026).

Menurut Willy, kasus PHK efisiensi yang menimpa anggota FSPMI di PT Supra Matra Abadi bukan sekadar persoalan hubungan industrial biasa, melainkan menyangkut masa depan puluhan keluarga buruh yang kehilangan sumber penghidupan.

“Persoalan PHK efisiensi terhadap anggota kami di PT Supra Matra Abadi Kebun Aeknabara akan menjadi fokus advokasi organisasi. Kami akan mengawal perjuangan ini dari tingkat daerah hingga tingkat nasional agar hak-hak pekerja benar-benar terlindungi,” tegas Willy.

Ia menjelaskan, seluruh struktur organisasi FSPMI telah diminta untuk memberikan perhatian penuh terhadap kasus tersebut. Mulai dari pengurus tingkat perusahaan, cabang, daerah hingga pimpinan pusat akan bergerak secara terkoordinasi untuk memastikan setiap proses penyelesaian berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Buruh Tidak Boleh Menjadi Korban Efisiensi :

Willy menegaskan bahwa kebijakan efisiensi perusahaan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan pekerja tanpa perlindungan yang memadai. Setiap keputusan yang berdampak pada hilangnya pekerjaan harus dilakukan secara transparan, berkeadilan dan menghormati hak-hak normatif pekerja.

Menurutnya, serikat pekerja akan terus menggunakan berbagai instrumen perjuangan, baik melalui perundingan bipartit, mediasi pemerintah, pengawasan ketenagakerjaan maupun langkah-langkah advokasi lainnya yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

“FSPMI hadir untuk memastikan pekerja tidak berjuang sendirian. Organisasi akan berdiri bersama anggota sampai mendapatkan kejelasan dan keadilan atas hak-hak mereka,” katanya.

### Konsolidasi Perkuat Solidaritas Buruh Sumut

Konsolidasi Akbar FSPMI se-Sumatera Utara yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota serikat pekerja dari berbagai kabupaten/kota menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antarburuh. Selain membahas isu-isu ketenagakerjaan di sektor perkebunan dan industri, forum tersebut juga menjadi wadah menyatukan langkah perjuangan menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi pekerja.

Dalam forum tersebut, kasus PHK di PT Supra Matra Abadi menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar terhadap kehidupan para pekerja dan keluarganya.

Willy menegaskan bahwa semangat “Menyatukan Suara, Menguatkan Perjuangan” yang menjadi tema konsolidasi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata seluruh keluarga besar FSPMI untuk saling mendukung dalam setiap perjuangan anggota.

“Ketika satu anggota mengalami ketidakadilan, maka itu menjadi persoalan seluruh organisasi. Solidaritas adalah kekuatan terbesar buruh. Karena itu kami memastikan perjuangan anggota FSPMI di PT Supra Matra Abadi akan terus dikawal sampai mendapatkan penyelesaian yang adil,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari struktur organisasi hingga tingkat nasional, FSPMI Sumatera Utara optimistis perjuangan buruh korban PHK efisiensi di PT Supra Matra Abadi Kebun Aeknabara akan terus bergema dan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah serta pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan.

Penulis : M.A Pranoto
Editor : Turijan