1200 Buruh FSPMI Purwakarta Siap Serbu DPR RI di May Day 2026

1200 Buruh FSPMI Purwakarta Siap Serbu DPR RI di May Day 2026

Purwakarta, KPonline-Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, semangat gerakan buruh terus menguat di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Kabupaten Purwakarta, dimana Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan sebanyak 1.200 anggotanya dalam aksi nasional di depan Gedung DPR RI, Jakarta pada 1 Mei mendatang.

Keputusan ini bukan sekedar estimasi, melainkan representasi semangat kolektif buruh untuk memperjuangkan hak dan keadilan di tengah dinamika ketenagakerjaan yang masih menyisakan banyak persoalan. Aksi ini juga menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas di bawah koordinasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, yang setiap tahunnya menggelar mobilisasi besar massa buruh dalam momentum May Day.

Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta, Ade Supyani menegaskan bahwa May Day its not holiday dan akan menjadi penentu arah perjuangan buruh ke depan.

“May Day sangat penting karena akan menentukan lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Maka dari itu, aksi harus maksimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa besarnya jumlah massa yang turun ke jalan akan menjadi indikator keseriusan buruh FSPMI dalam memperjuangkan hak-haknya di hadapan pemerintah.

“Dengan massa yang besar, pemerintah akan melihat bahwa kita benar-benar serius memperjuangkan kesejahteraan pekerja,” tegasnya.

Dalam aksi Mayday 2026, buruh FSPMI yang berafiliasi dengan KSPI akan membawa dua tuntutan utama yang selama ini menjadi isu klasik namun belum terselesaikan.

1. Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor. 168/2024.

2. Hostum (Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah).

Isu-isu tersebut sejalan dengan agenda besar yang diusung oleh FSPMI-KSPI selama ini secara nasional. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa May Day bukan hanya perayaan, melainkan momentum perjuangan untuk mendorong perubahan kebijakan yang konkret.

Partisipasi FSPMI Purwakarta dalam aksi di Jakarta menunjukkan bahwa perjuangan buruh tidak lagi bersifat lokal, melainkan telah terhubung dalam gerakan nasional. Apa yang dirasakan buruh di daerah, Khususnya di Purwakarta pada dasarnya adalah cerminan dari persoalan struktural yang terjadi secara luas.

Momentum May Day 2026 diharapkan menjadi titik tekan baru bagi pemerintah dan pemangku kebijakan untuk benar-benar mendengar suara buruh. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, buruh menuntut kepastian dan keadilan dalam hubungan industrial.

Dengan kekuatan 1.200 massa anggota yang siap diberangkatkan, FSPMI Purwakarta menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Dari pabrik-pabrik di daerah, suara itu akan dibawa hingga ke pusat kekuasaan menjadi gema tuntutan yang tak bisa lagi diabaikan.