Marak PHK, FSPMI Batam Bekali Buruh Perempuan dengan Keterampilan Menjahit

Batam, KPonline – Darurat PHK yang terjadi saat ini harusnya menjadi pusat perhatian dan tanggung jawab pemerintah. Sebab karyawan yang terPHK akan menambah panjang daftar penganguran di Indonesia, yang sudah menembus angka 50 ribu jiwa pada tahun ini.

Akan tetapi pemerintah seakan tutup mata akan darurat PHK ini. Belum terlihat adanya solusi dari pemerintah yang sungguh-sungguh untuk mencegah agar tidak terjadi PHK.

Oleh karena itu, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berusaha memberikan pelatihan dan membekali keterampilan para pekerja, agar mereka tetap bisa mandiri kalaupun menjadi korban PHK.

Salah satu upaya yang dilakukan memberikan pelatihan keterampilan menjahit. Kegiatan pelatihan diadakan oleh Bidang VI (Pemberdayaan Perempuan) Fspmi PC SPEE FSPMI Kota Batam.

Bertempat dilantai 3 Sekretariat Bersama FSPI Panbil Mall Batam, kegiatan ini dilaksanakan. Hadir pengurus bidang VI PC SPEE FSPMI Batam dan perwakilan PUK Bidang VI.

“Adapun tujuan kegiatan pelatihan menjahit adalah untuk meningkatkan kreatifitas dan keaktifan buruh perempuan dan menyiapkan skill jika buruh perempuan tidak bekerja lagi,” ujar Wakil Ketua Bidang VI PC SPEE FSPMI Batam, Nelifdawati Thunin.

Thunin juga memberitahukan bahwa pelatihan ini akan diadakan setiap hari Minggu selama 3 bulan mulai Oktober hingga Desember mendatang. Karena banyak peminat, maka pelatihan ini dibagi menjadi 3 kelompok. Pagi, siang, dan sore.

Kedepannya, setiap pertemuan menjahit juga akan diberikan pendidikan atau sharing tentang organisasi selama 15 menit. Selain keterampilan di dapat, pemahaman terhadap organisasi serikat juga meningkat.

Rencananya, PC SPEE FSPMI Batam akan meningkatkan pendidikan menjahit ini sampai tingkat profesional.

“Semoga bisa menjadi lapangan kerja bagi buruh perempuan yang sudah tidak bekerja lagi,” katanya.

(Roy Sidabutar)

Facebook Comments