Serba Serbi

UMK Tidak Bisa Dirundingkan, FSPMI Batam : Bubarkan Saja DPK

Batam,KPonline –  Anggota dewan pengupahan kota (DPK) dari  FSPMI Batam memilih walk out dalam rapat UMK Batam 2020 di kantor disnaker Batam pada Selasa (5/11/2019) .  Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap besaran angka UMK Batam 2020 yang masih mengacu pada PP78 sebesar Rp 4,1 juta

Ketua konsulat cabang FSPMI Kota Batam Alfitoni di kantor disnaker mengatakan bahwa  keputusan walkout karena menilai pemerintah terlalu memaksakan penetapan angka UMK 2020.

“ Kita baru mulai rapat tapi dari pemerintah sudah menetapkan angkanya sesuai dengan permenaker, kita sampaikan bahwa apabila pemerintah menaikkan upah berdasarkan PP 78 sikap kita adalah walk out,” Ungkapnya

“Kalau tidak bisa dirundingkan, dibubarkan saja DPKnya, apa gunanya ada DPK?” Tambahnya

Alfitoni menambahkan bahwa buruh FSPMI juga berencana akan turun ke jalan sebelum 15 November 2019.

“Kita Akan suarakan penolakan ini di jalan nanti!” Ancam Alfitoni

Dalam berita acara sendiri dari perwakilan SPSI Kota Batam mengusulkan kenaikan UMK 2020 naik sebesar 15% atau menjadi Rp 4.377. 312. Dengan kenaikan Rp 570.953 dari UMK 2019

Sedangkan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) menyatakan setuju dengan syarat Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) ditetapkan sebelum 1 Januari 2020