Mojokerto, KPonline-Ribuan karyawan PT Pakerin di Mojokerto melakukan aksi demontrasi di depan perusahaan yang berada di desa Bangun, Kecamatan Pungging, Mojokerto Senin, (22/06/2026).
Ribuan buruh menuntut dibayarkannya gaji dua bulan dan THR yang belum diberikan oleh perusahaan. Selain itu, aksi ini juga untuk mengawal aset perusahaan yang diduga akan dikeluarkan untuk dijual.
Kordinator Aksi Eka Hernawati pada orasinya di atas mobil komando menegaskan, “Kita disini mengawal aset perusahaan yang diduga akan dijual, sedangkan upah karyawan belum dibayarkan, padahal dana dari LPS sudah dipegang perusahaan”, ujar Eka.
Menurut Eka, demonstrasi ini tidak ada tujuan menutup akses jalan Krian – Mojosari. Tetapi karena sikap perusahaan yang memblokade gerbang perusahaan dengan dua mobil, sehingga massa meluber ke jalan.

“Bukan kita yang menutup jalan, tujuan aksi kita bukan itu. Hal itu murni karena tindakan perusahaan sendiri yang memarkir kendaraan sehingga massa memenuhi jalan”, tegasnya.
Di lokasi, memang terlihat dua kendaraan di parkir di gerbang perusahaan dan menonjol keluar. Satu mobil PMK dan satunya mobil truk dump. Mobil komando yang sedianya ditempatkan depan perusahaan, akhirnya terhalang sehingga makin memperkecil ruas jalan.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan Krian Mojosari masih tertutup, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Adapun kendaraan roda empat, dialihkan arus lalulintasnya.
Saat ditanya sampai kapan aksi berlangsung, salah satu pekerja PT. Pakerin menjelaskan aksi akan dilaksanakan sampai gaji dan THR dibayarkan.