Morowali, KPonline – PUK SPLP FSPMI PT.ITSS kembali menggelar perundingan dengan pihak manajemen PT. ITSS. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat manajemen PT. ITSS pada Rabu, 6 Agustus 2026 ini membahas dua isu utama: dorongan pemberian tunjangan area kerja bagi pekerja Departemen Ferronikel dan implementasi Portal K3 yang dinilai belum optimal.
Perundingan dihadiri oleh perwakilan manajemen dan jajaran pengurus PUK SPLP FSPMI PT. ITSS.
Dalam perundingan, PUK SPLP FSPMI PT. ITSS menyampaikan bahwa tuntutan pemberian tunjangan area kerja berangkat dari Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.
Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap lingkungan kerja memiliki faktor-faktor bahaya yang harus diidentifikasi, diukur, dievaluasi, dan dikendalikan demi melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja.
Selain mengacu pada regulasi, PUK juga menilai meningkatnya target dan beban produksi di Departemen Ferronikel telah berdampak pada bertambahnya beban kerja yang ditanggung pekerja.
“Oleh karena itu perusahaan perlu memberikan tunjangan area kerja sebagai bentuk kompensasi yang layak atas kondisi dan risiko kerja yang dihadapi pekerja di lingkungan Ferronikel,” tegas Rahman selaku pengurus PUK.
PUK juga mendorong manajemen untuk menyajikan data hasil identifikasi lingkungan kerja sesuai Permenaker 5/2018 pada setiap divisi di Departemen Ferronikel. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar objektif untuk mengukur tingkat paparan faktor lingkungan kerja, tingkat risiko di masing-masing area, serta menjadi landasan penetapan kebijakan tunjangan area kerja.
Di sisi lain, PUK SPLP FSPMI PT. ITSS menyoroti implementasi Portal K3 yang dinilai belum berjalan maksimal.
Menurut PUK, penerapan Portal K3 saat ini belum berimbang dengan kondisi nyata di lapangan. Hal ini disebabkan masih minimnya fasilitas dan sarana pendukung K3.
Kondisi tersebut dinilai menghambat efektivitas pelaksanaan program K3, sehingga tujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat belum dapat diwujudkan secara maksimal.
PUK berharap perusahaan tidak hanya memperkuat aspek administrasi K3, tetapi juga memastikan tersedianya fasilitas, infrastruktur, dan dukungan operasional yang memadai agar setiap program keselamatan dan kesehatan kerja dapat diterapkan efektif di seluruh area Departemen Ferronikel.
Melalui perundingan ini, PUK SPLP FSPMI PT. ITSS berharap pihak manajemen dapat menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan.
PUK SPLP FSPMI menekankan pentingnya mengedepankan dialog konstruktif, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, lingkungan kerja yang aman, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Penulis : Abdul Rahman
Editor : Yanto