Jakarta, KPonline-Pengurus Garda Metal FSPMI DKI Jakarta periode 2021-2026 dibawah komando Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) M. Ferdian menutup masa kepemimpinannya dengan menyampaikan sejumlah pesan penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Garda Metal DKI Jakarta.
Dalam forum yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta, pada Minggu (21/6/2026) M. Ferdian menegaskan bahwa Garda Metal ke depan harus tetap berdiri tegak lurus dalam menjaga garis organisasi serta tidak boleh “melenceng ke kiri maupun ke kanan” dari arah perjuangan yang telah ditetapkan.
Di hadapan Presiden FSPMI Suparno, Ketua DPW FSPMI DKI Jakarta Winarso, Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal Supriyadi (Piyonk), Sekretaris Nasional (Seknas) Garda Metal Isnaini Marzuki, serta para perwakilan Garda Metal dari berbagai daerah, M. Ferdian menekankan bahwa ketaatan terhadap instruksi organisasi merupakan pondasi utama dalam menjaga kekuatan dan soliditas barisan. Menurutnya, setiap kader wajib patuh terhadap arahan Presiden FSPMI, DPW, Pangkornas maupun Pangkorda.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Garda Metal sebagai organisasi kader dan perjuangan tidak boleh berjalan dengan kepentingan masing-masing. Disiplin organisasi dan loyalitas terhadap keputusan bersama menjadi syarat mutlak agar gerakan buruh tetap memiliki arah yang jelas dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pada kesempatan tersebut, M. Ferdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Musda IV, khususnya panitia logistik yang telah bekerja keras selama berminggu-minggu. Di tengah berbagai keterbatasan dan tekanan yang dihadapi, semangat gotong royong dan militansi kader berhasil membawa agenda organisasi tersebut terlaksana dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Musda IV menjadi bukti bahwa kekuatan utama Garda Metal terletak pada kebersamaan dan kesediaan para kader untuk bekerja tanpa pamrih. Semangat kolektif tersebut harus terus dipertahankan sebagai modal menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks di masa mendatang.
M. Ferdian juga memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia mengingatkan seluruh anggota agar menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta tidak menjadikannya sebagai sarana yang dapat merugikan organisasi atau bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan yang selama ini dijunjung tinggi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap kecenderungan sebagian pihak yang kerap memanfaatkan ruang digital untuk membangun perpecahan dan menyebarkan informasi yang tidak sejalan dengan kepentingan organisasi. Di tengah derasnya arus informasi, kader Garda Metal dituntut untuk tetap menjaga etika, kedisiplinan, serta mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Mengakhiri sambutannya sebagai Pangkorda Garda Metal DKI Jakarta periode 2021-2026, M. Ferdian mengajak seluruh kader untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menjalankan tugas serta tanggung jawab dengan penuh dedikasi.
Baginya, hanya dengan kekompakan, ketaatan terhadap garis organisasi, serta militansi kader, Garda Metal akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal perjuangan kaum buruh dan menjaga marwah organisasi di tengah dinamika zaman yang terus berubah.