Tolak Upah Padat Karya, Serikat Pekerja di Perusahaan Ini Gelar Konsolidasi

Bogor, KPonline – Keberadaan Upah Padat Karya yang nominalnya berada dibawah UMK, semakin menyengsarakan kehidupan buruh. Sebab mereka mendapatkan upah yang makin murah.

Itulah sebabnya, para buruh melakukan perlawanan terhadap upah Padat Karya.

Salah satuny adalah PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection yang beralamat di Gunung Putri, Bogor. Ratusan orang yang bekerja di perusahaan yang mempekerjakan 5.000 orang buruh ini melakukan konsolidasi pada hari Minggu, tanggal 19 November 2017.

Mayoritas pekerja di perusahaan ini didominasi oleh perempuan. Prosentase antara buruh perempuan dengan yang laki-laki pun cukup signifikan yaitu 90 % : 10 %.

PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection berharap, konsolidasi ini dapat meningkatkan kekompakan diantara sesama pekerja. Sehingga dengan kebersamaan antara pekerja, serikat pekerja bisa semakin solid.

Dalam acara yang digelar di Aula Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Sekretaris PC SPAI FSPMI Bogor Ridwansyah berharap seluruh pekerja yang ada di PT. Simone Accesorries Collection bergabung dengan FSPMI.

“Jika semua buruh bersatu, kekuatan dan nilai tawar buruh-buruh di pabrik pun pasti akan meningkat,” kata Ridwansyah di hadapan 200an anggota PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection.

Setelah istirahat pada pukul 12:00 WIB, acara dilanjutkan dengan tanya jawab antara PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection dengan seluruh anggota FSPMI yang hadir.

Salah satu pertanyaan yang menarik disampaikan Yuni. Dia mengajukan pertanyaan seputar hubungan kerja antara bawahan dengan atasan.

Yuni juga menyampaikan pengalamannya ketika dibela oleh FSPMI.

“Saya pernah diusir oleh supervisor dengan alasan yang tidak jelas, sehingga saya mengadukan pengusiran tersebut ke pengurus PUK. Dan alhamdulillah akhirnya kasus yang tidak jelas awal mulanya tersebut dapat diselesaikan,” terang Yuni.

Yuni pun menambahkan, pada suatu ketika si Supervisor mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatannya yang terdahulu.

“Si Supervisor di-PHK tanpa pesangon, tanpa bisa berbuat apa-apa, karena bukan anggota serikat pekerja,” dilanjutkan oleh Didik Susanto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection.

Pengurus PUK seringkali melakukan pendekatan persuasif serta mengajak Supervisor-Supervisor untuk bergabung bersama FSPMI, tapi sayangnya belum ada satupun Supervisor yang bersedia untuk bergabung menjadi anggota PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection.

Untuk kedepannya, pengurus PUK SPAI-FSPMI PT. Simone Accesorries Collection akan melakukan perundingan upah 2018 dengan pihak Management. Dengan harapan, upah Padat Karya tidak diterapkan di PT. Simone Accesorries Collection.