Terjadi Lagi, Pasien BPJS Kesehatan Harus Menanggung Biaya Ambulance

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Sudah menginjak tahun kelima, Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Nasional Kesehatan (JKN-BPJS Kesehatan) dilaksanakan. Namun ternyata masih ada banyak masyarakat miskin yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Seperti yang dialami oleh balita yang baru berusia satu bulan atas nama Muhammad, yang juga peserta JKN-BPJS Kesehatan dengan nomor peserta 0002470576***.  Dia merupakan anak dari pasangan Siti dan Jubaedi, yang beralamat di Desa Wanaherang RT 01 RW 10 Kecamatan Gunung Putri Bogor.

Pasalnya, Muhammad mengalami sesak napas dan kesulitan untuk menyusui. Akhirnya orang tua dari balita Muhamad membawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Ibu dan Anak yang berada di daerah Cileungsi. Namun ternyata kondisi muhammad semakin drop dan membutuhkan ruangan perintalogi intensif car unit (PICU) dengan fasilitas ventilator.

Akan tetapi semua rumah sakit yang ada di Bogor menyatakan bahwa ruangan PICU full, sehingga Aden Artajaya Kepala Bidang Pendidikan Jamkeswatch Bogor dan Trisani Priatin Bendahara Jamkeswatch Bogor beserta tim Relawan Jamkeswatch Bogor harus membantu mencarikan rumah sakit penerima rujukan. Setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya mendapatkan informasi, bahwa Rumah Sakit Tarakan Jakarta dapat menerima dan menangani pasien balita Muhammad.

Namun ternyata, lagi-lagi, kendala kembali muncul saat akan melakukan rujukan dimana pihak rumah sakit perujuk tidak memiliki ambulance intensif sehingga harus menggunakan ambulance rekanan, dan biaya sebesar Rp5.500.000 ; harus dibayar oleh orang tua pasien balita Muhammad.

Peserta JKN-BPJS Kesehatan dengan manfaat kelas tiga tersebut merasa keberatan karena tidak ada biaya. Sehingga hal tersebut sempat membuat Relawan Jamkeswatch harus mencari solusi di tengah malam yang dingin dimana para pejabat pemerintah sedang tertidur lelap.

Dan saat ini, pasien balita Muhammad sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Tarakan Jakarta. Segala bentuk bantuan sangat dibutuhkan Muhammad.

Penulis : Arief Rachman