Temui Kepala Cabang BPJS, DPD Jamkeswatch Bekasi Sampaikan Aspirasi

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Berjalannya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah memasuki tahun ke 6. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang ditemukan di lapangan.

Jamkeswatch yang berperan sebagai bagian dari pengawas sosial dalam mengontrol layanan tersebut, terus berusaha memberikan kontibusi nyata bagi masyarakat.

Dari beberapa kendala yang dirasakan oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bekasi bahwa mereka saat melakukan pengobatan di Rumah Sakit terkesan dilihat sebelah mata jika menggunakan penjaminan BPJS. Naiknya iuran BPJS juga menjadi pil pahit yang harus ditelan oleh peserta BPJS.

DPD Jamkeswatch Bekasi akhirnya menggelar pertemuan dengan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Bekasi di kantornya di Cikarang pada Rabu (8/01/2019).

DPD Jamkeswatch Bekasi bersama timnya mengeluhkan, banyak menemukan kasus beberapa Rumah Sakit yang seolah-olah tidak menjalankan prosedur sebagaimana mestinya.

Henut selaku Ketua DPD Jamkewatch Bekasi pun membeberkan adanya beberapa kasus yang dilaporkan oleh tim Jamkeswatch Bekasi terkait pelayanan Rumah Sakit kepada peserta BPJS.

“Terkadang emang ada sebagian Rumah Sakit ketika mau merujuk pasien tidak difasilitasi atau rujuk lepas. Bahkan dengan beraninya ada Rumah Sakit menyatakan bahwa ketika masuk ICU tidak bisa dijamin oleh BPJS,” ucap pria berambut panjang yang menggeluti bidang koperasi itu.

Dari semua yang disampaikan Jamkeswatch Bekasi, pihak BPJS Kesehatan akan segera melakukan pertemuan dengan semua pihak Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Bekasi.

Selain program Universal Helath Coverage (UHC) yang terus dicanangkan oleh pemerintah setempat, berbagai layanan pun terus ditingkatkan termasuk dari sisi pendataan setiap penduduk.

Belum bisa diaksesnya website BPJS Kesehatan sempat menjadi perbincangan dalam pertemuan tersebut. Jamkeswatch Bekasi berharap dengan naiknya iuran BPJS bisa lebih meningkatkan dari segi pelayanan kesehatan.

Senada disampaikan oleh Dokter Heni Riswati sebagai Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bekasi bahwa selama ini kantornya terus diserbu oleh peserta yang akan melakukan turun kelas, pasca naiknya iuran BPJS.

“Kasus yang kami terima di sini cukup lumayan banyak termasuk kasus karyawan ter-PHK. Justru saya sudah tegaskan kepada Badan Usahanya, sebelum surat PHI-nya turun dari pengadilan BPJS Kesehatannya jangan dinon-aktifkan. Kalau emang kasus serupa silahkan lapor ke kita,” pungkasnya.

Lebih lanjut Dokter Heni pun mengatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai hal tersebut.

“Buat saya jika emang ada Rumah Sakit nakal tidak segan-segan saya akan langsung kasih surat cinta (SP). Saya juga senang bisa kenal tim Jamkeswatch, Insya Allah akhir bulan Januari 2020 kita duduk bareng, bersama seluruh tim Jamkeswatch yang ada di Bekasi,” tambahnya sambil tersenyum. (Jhole)