Karawang, KPonline – Sebagai bagian dari Program Mentoring APHEDA–IndustriALL, Pengurus Bidang Perempuan PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center (AICC), Tita Atiatul Maula, menginisiasi kegiatan Study Circle yang diselenggarakan pada Jumat (17/7) di PT Asian Isuzu Casting Center (AICC), Karawang.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi perempuan pekerja dari berbagai perusahaan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta memperkuat solidaritas. Study Circle diikuti oleh Surati dan Winarti dari PT Ochiai, Rouli dari PT Kaneta, Novi dan Wida dari PT FCC, Ifa, Novita, dan Musdalifah dari PT ATI, serta Ike dan Aryanti dari PT Atsumitec.
Mengusung tema “Membangun Ruang Aman untuk Belajar, Berbagi, dan Bertumbuh”, para peserta diajak berdiskusi dalam suasana yang santai, terbuka, dan partisipatif. Melalui berbagai aktivitas interaktif, mereka berbagi pengalaman mengenai kondisi perempuan di tempat kerja sekaligus mempelajari materi tentang perbedaan sex dan gender, kesetaraan gender di dunia kerja, berbagai bentuk ketidakadilan gender, serta pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja berdasarkan Konvensi ILO No. 190.
Metode pembelajaran yang interaktif memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Ike dari PT Atsumitec mengaku awalnya mengira kegiatan tersebut akan berlangsung secara formal dan serius.
“Awalnya saya kira kegiatannya bakal serius. Ternyata seru, kita bisa saling terbuka, berbagi pengalaman, dan belajar bersama tanpa merasa canggung,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Novita dari PT ATI. Menurutnya, suasana belajar yang dibangun membuat materi lebih mudah dipahami.
“Saya kira bakal banyak dibuat mikir dan hanya mendengarkan materi. Ternyata kita bisa saling berbagi pengalaman, jadi proses belajarnya terasa lebih ringan dan menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Novi dari PT FCC bersama Surati dari PT Ochiai menilai metode Study Circle mampu mendorong seluruh peserta untuk terlibat aktif dalam setiap sesi diskusi.
“Kalau kegiatannya seperti ini enak. Kita tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi benar-benar diajak berdiskusi dan saling berinteraksi. Semua peserta punya kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman,” ungkap mereka.
Menurut Tita Atiatul Maula, Study Circle diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak ruang belajar bagi perempuan pekerja di lingkungan FSPMI.
“Harapan saya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga semakin banyak perempuan pekerja yang berani belajar, berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan pada akhirnya mampu menjadi penggerak di PUK maupun di tempat kerjanya masing-masing,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, proses pembelajaran dalam Program Mentoring APHEDA–IndustriALL diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para peserta, tetapi juga memperkuat solidaritas perempuan pekerja dalam mewujudkan tempat kerja yang aman, setara, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.



