Kekeringan Melanda, BPBD Bekasi Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk 281 KK di Desa Ridogalih Cibarusah

Kekeringan Melanda, BPBD Bekasi Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk 281 KK di Desa Ridogalih Cibarusah

Bekasi, KPonline – Warga mengantri mengambil bantuan air bersih yang didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).

Pantauan koran perdjoeangan, antrian ember, jerigen, dan galon terlihat sejak pagi di titik distribusi yang dipusatkan di halaman kantor desa. Warga dari beberapa RT terdampak datang bergantian membawa wadah masing-masing. Petugas BPBD bersama perangkat desa dan relawan mengatur antrean agar tertib.

Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Sebanyak 10.000 liter air disalurkan kepada 281 kepala keluarga atau sekitar 843 jiwa guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Sumur warga di sejumlah RT mengering sejak dua pekan terakhir. Warga mengaku harus membeli air atau menunggu kiriman bantuan untuk kebutuhan masak, minum, dan MCK.

“Kalau beli terus berat di ongkos. Satu jerigen 20 liter bisa 5 ribu. Sehari butuh 3–4 jerigen,” kata Darmin satu warga terdampak

Air disalurkan menggunakan 2 unit mobil tangki BPBD. Setiap KK mendapat jatah 30–40 liter untuk tahap pertama. Prioritas diberikan kepada lansia, ibu hamil, dan keluarga dengan balita.

Sejumlah warga mengumpulkan bantuan air bersih gratis dari BPBD di wilayah yang dilanda kekeringan saat musim kemarau, di tengah ancaman fenomena El Nino, di Desa Ridogalih, Kabupaten Bekasi, Indonesia, Kamis (16/7/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi menyebut Desa Ridogalih masuk kategori rawan kekeringan. Curah hujan minim ditambah dampak El Nino membuat debit air tanah turun drastis.

“Ini bukan yang pertama. Tahun lalu juga sama. Tapi tahun ini lebih cepat kering,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan penyaluran bantuan ke wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung. Selain Ridogalih, distribusi juga menyasar desa lain di Cibarusah, Bojongmangu, dan Serang Baru yang sudah mengirim surat permohonan bantuan air.

BPBD membuka posko pengaduan kekeringan di kantor kecamatan. Desa yang membutuhkan air bersih bisa mengajukan lewat pemerintah desa dengan melampirkan data jumlah KK terdampak.

Masyarakat juga diimbau menggunakan air bersih secara bijak agar persediaan tetap mencukupi hingga kondisi kembali normal. Warga diminta menampung air hujan jika turun, memakai air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman, dan menunda aktivitas yang boros air seperti mencuci kendaraan.

Pemkab Bekasi juga berkoordinasi dengan PDAM untuk menambah jam operasional mobil tangki dan mengecek jaringan pipa yang bisa dialiri ke wilayah rawan. (Yanto)