Subang, KPonline – Rangkaian kegiatan Solidarity Camp Perempuan SPAMK FSPMI berakhir dengan penuh semangat dan kebersamaan. Setelah sarapan pada pukul 07.30, para peserta mengikuti kegiatan fun game yang berlangsung meriah. Dengan suasana penuh keceriaan, peserta perempuan SPAMK FSPMI mengikuti setiap permainan dengan riang gembira, antusias, dan penuh semangat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arum jeram di aliran sungai yang telah dipersiapkan oleh panitia. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari penutup rangkaian camp sekaligus memperkuat kekompakan, keberanian, dan solidaritas antarpeserta.
Acara Solidarity Camp Perempuan FSPMI secara resmi ditutup oleh Sekretaris Umum SPAMK FSPMI Engkos Kosasih. Dalam pesan penutupnya, Engkos menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau dalam forum formal.
“Pendidikan bisa dilaksanakan di mana saja. Yang penting ilmunya dapat tersampaikan, dipelajari, dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Selain itu, Engkos juga mengingatkan seluruh peserta agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi menjadi bekal dalam menjalankan peran di lingkungan kerja, organisasi, maupun masyarakat.
“Ingat, ilmu yang didapat harus menjadi pegangan bahwa perempuan SPAMK adalah agen perubahan,” lanjut Engkos.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Solidarity Camp bukan sekadar kegiatan kebersamaan, melainkan ruang belajar untuk membangun keberanian, solidaritas, dan kapasitas perempuan pekerja agar mampu mengambil peran lebih besar sebagai penggerak perubahan. (Budi)