SK UMK Jabar Tahun 2021, 10 Kab/Kota Diputuskan Tidak Naik

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Bagi pekerja/buruh yang upahnya diputuskan naik mungkin agak sedikit merasa lega, namun rasa kecewa mungkin tengah dirasakan oleh pekerja/buruh yang ada di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Sebab, Upah Minimum mereka untuk Tahun 2021 telah diputuskan tidak ada kenaikan sama sekali. Hal itu terbukti dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat tentang penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2021, yang telah di terbitkan pada Hari Sabtu 21 November 2021.

Bacaan Lainnya

Dalam surat keputusannya, Gubernur Jawa Barat tidak menaikan sebanyak 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota diantaranya:

1. Kota Bogor
2. Kabupaten Cianjur
3. Kota Sukabumi
4. Kota Tasikmalaya
5. Kabupaten Tasikmalaya
6. Kabupaten Garut
7. Kabupaten Kuningan
8. Kabupaten Ciamis
9. Kabupaten Pangandaran dan
10. Kota Banjar


Seperti yang tertuang dalam Surat Keputusannya, Muhamad Ridwan Kamil (Selaku Gubernur Jawa Barat) dengan memperhatikan:

1. Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK. 04/X/2020.

2. Surat Rekomendasi dari para Bupati/Walikota se Jawa Barat.

3. Berita Acara Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat.

4. Surat ketua Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan keempat poin itulah dengan jangka waktu yang relatif singkat Gubernur menetapkan sekaligus menandatangani Surat Keputusan tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota Tahun 2021 di Jawa Barat.

Meskipun dalam diktum KELIMA dalam SK tersebut berbunyi: Bagi Kabupaten/Kota yang tidak menaikan Upah Minimum Tahun 2021, dibuka peluang untuk di lakukan evaluasi besaran Upah Minimum pada semester pertama berdasarkan data dan kondisi perekonomian triwulan kesatu dan triwulan kedua Tahun 2021, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang di bidang statistik.

Akan tetapi hal itu mungkin akan hanya sebagai sebuah harapan saja, apabila ternyata di kemudian hari tidak ada langkah-langkah nyata untuk merealisasikannya, selain itu, ketentuan tersebut rasanya akan menyulitkan pekerja/buruh melakukan perundingan di tingkat perusahaan.

Drey

Pos terkait