Siapakah Perempuan yang Dampingi Ketua PUK SPL FSPMI PT. Alko Mandiri Saat Orasi di Atas Mokom?

Tangerang, KPonline – Saat melalukan orasi di atas mobil komando (mokom) Ketua PUK SPL FSPMI PT. Alko Mandiri yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Advokasi PC SPL FSPMI Tangerang Raya Sawaludin, membeberkan proses dari awal perselisihan yang terjadi antara PUK SPL FSPMI PT. Alko Mandiri dengan pihak management.

“Sejak tahun 2017 kita sudah mulai berselisih karena status kami sebagai pekerja, dimana dalam status tersebut tidak benar dan ngawur. Kontrak status pekerja kok terus menerus. Dalam aturan undang-undang ketenagakerjaan jelas tidak seperti itu, ada prosedurnya,” kata Sawaludin.

Dalam perjanjian bersama yang dibuat pada tanggal 11 Januari 2018, kedua belah pihak sudah bersepakat/berjanji untuk sama-sama patuh dan jalankan keputusan hasil pemeriksaan Disnakertrans. Dimana hasil pemeriksaan nota Disnakertrans Provinsi Banten, menyebutkan bahwa perusahaan PT. Alko Mandiri mempekerjakan pekerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang diawali dengan status pekerja/buruh sebagai harian lepas dan jenis pekerjaan bersifat tetap dan terus menerus. Hal itu, bertentangan dengan ketentuan, maka demi hukum menjadi pekerja kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap.

Untuk itu, demikian isi nota pemeriksaan, saudara wajib melaksanakan sesuai ketentuan dimaksud.

“Perjanjian bersama dilanggar, nota dinas tidak dilaksanakan, maunya apa?” protes Sawaludin

Diatas mokom, Sawaludin ternyata tidak sendirian. Ia di dampingi oleh seorang perempuan. Siapa dia?

Perlu diketahui, perempuan itu bernama Erni Johan. Dia adalah istri dari Sawaludin dan Ibu dari empat anak, hasil dari buah perkawinan mereka.

Dengan penuh emosi yang menggebu-gebu dalam orasinya, Erni memaparkan bahwa suaminya sudah belasan tahun bekerja di perusahaan ini.

“Tapi kenapa cara seperti ini yang di dapat. Hukum kau langgar,” ungkapnya

“Jangan paksakan kami untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum, agar kamu (management.red) mengerti dan paham aturan-aturan ketenagakerjaan di Indonesia,” tegasnya.

“Tentukan nasib kami di sini. Kami butuh makan, butuh biaya untuk mencukupi kebutuhan hidup kami,” pungkasnya.

Orasi duet suami-istri itupun mendapatkan applaus dari ratusan masa aksi yang hadir, seketika suasana menjadi haru.

“Saya sengaja mengajak istri, ke tempat aksi. Dengan hadirnya beliau, bisa menambah motivasi dan penyemangat saya. Istri dan ke 4 anak kami adalah salah satu penyemangat saya paling terbesar untuk tetap bertahan dan berjuang dalam menuntut hak-hak saya dan teman-teman yang di-PHK”. Ucap Sawaludin dengan mata berkaca-kaca. (Chuky)