Sekretaris Nasional Media Perdjoeangan FSPMI Sampaikan Materi Menulis Jurnalistik

Bekasi, KPonline – Kebohongan yang disampaikan satu kali tetaplah kebohongan, akan tetapi kebohongan yang disampaikan ribuan kali akan menjadi sebuah kebenaran.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Nasional Media Perdjoeangan FSPMI M. Hervin saat membuka materi menulis jurnalistik dalam agenda pendidikan dasar media di Gedung KC FSPMI Bekasi, Tambun, Sabtu (10/9/2022).

Sebelum manyampaikan materi tersebut, M. Hervin memberikan motivasi kepada peserta agar lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Dia juga berharap para peserta pendidikan juga mau menggunakan sosial media untuk mendukung perjuangan Serikat Pekerja.

“Kawan-kawan, tentu tentu masih ingat dengan wacana Jokowi 3 periode yang terus saja digaungkan. Hal tersebut sudah jelas melanggar konstitusi, tapi jika terus saja diulang maka orang akan berfikir, sah-sah saja 3 periode, padahal ini melanggar,” ungkap Hervin memberikan contoh.

Saat memasuki materi, pria yang masih aktif bekerja di salah satu perusahaan elektronik di Kawasan EJIP ini menjelaskan teknik dasar dalam menulis jurnalistik.

Menurutnya, untuk memudahkan membuat berita, penulis berita perlu memahami dan menguasai metode 5W + 1H, setelah itu baru mulai menulis.

“Apa itu 5W+1H? What, who, where, when, why, terus apa lagi?” tanya Hervin kepada peserta.

“Dalam dunia jurnalistik, berita berdasarkan jenisnya dibagi menjadi tiga kelompok yaitu elementary, intermediate, dan advance,” ungkapnya.

Para peserta pun mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu peserta pendidikan media juga diajak berdiskusi serta tanya jawab seputar materi yang diberikan.

Di akhir materi, Hervin menutup dengan ungkapan Pramodya Ananta Tour. “Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi jika ia tidak menulis maka ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutup Hervin.