Secara Aklamasi Said Iqbal Terpilih Kembali Sebagai Presiden KSPI

  • Whatsapp
Dalam kongresnya, KSPI secara tegas mengambil tema: Mewujudkan Negara Kesejahteraan

Jakarta, KPonline – Salah satu agenda Kongres KSPI adalah melakukan pemilihan Presiden Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI). Dalam tata tertib Kongres diatur, tata cara pemilihan Presiden dan Majelis Nasional KSPI mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Untuk pemilihan Presiden, musyawarah dilakukan oleh pimpinan Afiliasi (Ketua Umum atau Presiden) atau orang yang ditunjuk. Jika dalam musyawarah tidak mencapai mufakat, keputusan diambil dengan suara terbanyak.

Dalam pemilihan, Said Iqbal kembali terpilih sebagai Presiden KSPI untuk periode 2017 – 2022 secara aklamasi. Dengan demikian, pria yang juga menjadi Presiden FSPMI ini terpilih kembali sebagai Presiden KSPI untuk kedua kalinya berturut-turut.

Perlu diketahui, Said Iqbal lahir di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1968. Dia tercatat menyelesaikan pendidikan di SMAN 51 Jakarta (1987 tamat sebagai juara umum), Politeknik (Teknik Mesin) Universitas Indonesia, Sarjana (S1) Teknik Mesin Universitas Jaya Baya, Master Ekonomi (S2) Universitas Indonesia.

Said Iqbal pertama kali turun sebagai aktivis buruh di Serikat Pekerja tempatnya bekerja di Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992 hingga saat ini. Kemudian pasca reformasi dan pemerintah membebaskan pendirian serikat pekerja tanpa harus berafiliasi kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama tokoh buruh lainnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Pada tahun 2013 lalu, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberika bagi mereka, para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing. Dalam pemilihan itu, Said Iqbal menyisihkan 200 kandidat lainnya dari seluruh dunia berkat militansinya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI dan KSPI.