Sebuah Tanya

Warna warni warna warni dindingku

Merah putih warna bulanku

Merah putih warna warni panjiku

Merah putih, merah darahku

Sorak sorak sorak sorak suaraku
Nada lantang lantang teriaku

Malam ini, ketika gelas kopi dan cemilan malam berserakan di halaman alun alun Batang
Dan suara bising bersarang di telinga

Risau cemas obrolan malang si petulang menghilang
Dahan yang di jauhkan dari pohonya
Dan anak yang di jauhkan dari bendera dan Ibunya

Kopi kretek bukan hubungan sedarah
Tapi alur keduanya selalu hadir diantara sejarah dan peradaban

Apa kabar malam ini ?
Sudahlah kau memperingati bulan kemerdekaan bangsamu
Ataukah masih tidur untuk besok kau mengabdi di tempat biasa kau mencari sesuap nasi

Apa kabar malam ini?
Sudahkah kau beraklamsi atas segala bentuk kebijakan yang membuatmu tenang
Si petani dengan hati atau seorang nelayan yang pulang mengantar senyuman

Dan angin malam alun alun kota mulai merasuk ke dalam rongga rongga, dan bulan menemani dengan sebuah tanya

Kau yang lemah
Kau yang takut kalah
Menang lah menang nafas perjuangan

Mereka boleh tertawa
Si anak malang boleh bercanda
Tapi asa esok sudah mengumpal
Sekelamik perjuangan
Amarah sepenangungan
Akan ada dan berlipat lahirnya

Alun Alun Batang (6/8/2018)
Nukhan