Satroni Komnas HAM, Buruh KSPI Desak Bentuk Tim Pencari Fakta dan Lakukan Investigasi Independen

Satroni Komnas HAM, Buruh KSPI Desak Bentuk Tim Pencari Fakta dan Lakukan Investigasi Independen

Jakarta, KPonline -ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendatangi kantor Komnas HAM selasa siang (28/5) sekitar jam 13 00 wib dengan tujuan mendesak Komnas HAM agar tidak hanya diam dan menunggu dan harus mempunyai taring untuk melakukan investigasi atas kematian ratusan petugas KPPS saat pemilu April 2019 lalu. Para buruh merasakan saat ini bahwa Komnas HAM sudah tidak mempunyai taring dan kuku seperti saat reformasi ’98 dulu.

Massa buruh KSPI mendatangi Komnas HAM ini adalah mewakili dari masyarakat yang resah, gundah gulana dan sebagai anak bangsa merasa harus tergerak dan bergerak dengan adanya ratusan KPPS yang mati tanpa di ketahui penyebabnya dan belum ada tindakan yang konkrit terhadap ratusan petugas kpps yang mati dalam kancah politik pemilu serentak 2019.


Buruh KSPI dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan di depan kantor Komnas HAM.

1. Komnas HAM jangan diam dengan permasalahan tentang ratusan orang petugas KPPS yang mati ini masalah HAM dan ini manusia ratusan lagi .

2. Komnas HAM segera bentuk tim pencari fakta untuk segera mengusut tuntas dan tidak berpihak kepada salah satu paslon dalam pemilu serentak 2019.

3. Komnas HAM harus mengusut secara tuntas tentang kematian para petugas KPPS dan juga para korban dalam aksi unjukrasa damai 21-22 Mei 2019 lalu.

Akhirnya perwakilan buruh KSPI di terima untuk masuk oleh pihak Komnas HAM dan diterima oleh salah satu komisioner, Mochamad Chairul Anam yang selama ini kita kenal sebagai pegiat HAM di HRWG.

Dalam pertemuan, kembali disampaikan bahwa buruh KSPI meminta komisioner Komnas Ham untuk segera bertindak menginvestigasi peristiwa meninggalnya 600an petugas KPPS dalam waktu yang relatif bersamaan pasca pilpres 2019 kemarin. Buruh KSPI juga mendesak Komnas Ham mengusut secara independen atas meninggalnya 8 orang dan ratusan warga luka luka dan berikut yang masih ditahan oleh aparat keamanan dalam aksi damai 21-22 Mei 2019 di depan Bawaslu RI.

Buruh KSPI berharap para komisioner Komnas HAM jangan menjadi alat penguasa dan takut mengungkap kebenaran menyangkut adanya upaya kesengajaan atas 2 tragedi diatas. Jika tidak berani, maka kami dari buruh meminta para komisioner Komnas HAM segera mundur dari jabatan.

Dengan di desak oleh para buruh, Chairul Anam mengucapkan terima kasih atas dukungan buruh kepada Komnas HAM dan meluruskan berita media bahwa ada statement dari komisioner Komnas HAM yang menyatakan tidak adanya pelanggaran HAM dalam peristiwa 21-22 Mei 2019 lalu. Yang jelas, berdasarkan pemantauan dari tim Komnas HAM ada indikasi penggunaan peluru tajam dalam penanganan aksi 21-22 lalu.

Chairul anam juga menyatakan tidak bersedia dilibatkan dalam tim investigasi kepolisian agar para komisioner Komnas HAM bisa bekerja dengan leluasa, dan kemarin sore sudah di umumkan bahwa telah dibentuk tim khusus Komnas HAM untuk menginvestigasi peristiwa 21-22 Mei lalu.
Mereka secara terbuka menerima informasi bukti berupa foto atau video terkait peristiwa 21-22 Mei 2019 dan berjanji selambatnya dalam 1 sampai 1,5 bulan sudah berhasil merampungkan investigasinya.

Setelah selesai bertemu dengan komisioner massa aksi buruh membubarkan diri dengan tertib dan memberi statement kepada komnas ham apabila tidak diindahkan
peristiwa meninggalnya lebih dari 600-an orang petugas KPPS pemilu, dan 8 orang meninggal juga para korban luka-luka pasca aksi 21-22 Mei 2019 maka massa dari buruh akan mengelar aksi yang lebih besar.

Komnas HAM harus bekerja atas nama Kemanusiaan dan tidak boleh diintervensi kekuasaan.

(Omp/jim).

Facebook Comments

Comments are closed.