Sama Seperti Obon Tabroni, Bambang Sumaryono Juga Gemar Blusukan

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Calon Wakil Bupati Bekasi dari nomor urut 3, Bambang Sumaryono, mengunjungi rumah salah satu relawan Cikarang Selatan pada Selasa malam (27/12/2016), Mujito. Calon Wakil Bupati dari Obon Tabroni ini datang sekitar pukul 20.00, di dampingi sejumlah relawan berkaos oranye.

Pertemuan ini dihadiri kurang lebih 60-an orang, dari warga dan tokoh masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya Mas Bambang (sapaan akrab Obon Tabroni kepada Bambang Sumaryono), menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat mengenai permasalahan Kabupaten Bekasi. Kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bekasi menjadi salah satu topik perbincangan malam itu.

Warga setempat menanyakan solusi apa yang akan di lakukan Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono untuk mengatasi kemacetan jika nanti terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017. Dengan santai Bambang Sumaryono mengungkapkan bahwa masalah kemacetan di Bekasi bukan hal yang bisa di anggap remeh.

Kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bekasi kian hari kian memprihatinkan. Terlebih pada jam berangkat maupun pulang kerja. Hal ini di perparah dengan kondisi infrastruktur yang kurang baik. Banyak jalan rusak dan berlubang dimana mana. Jika hujan turun, banyak orang kecelakaan. Tidak sedikit nyawa buruh melayang sia sia karena jalan rusak. Pemerintah Daerah harus mempunyai perhatian serius untuk masalah yang satu ini. Beliau mengungkapkan ingin membangun beberapa jembatan layang, memperlebar jalan dan juga memperbaiki jalan jalan rusak. Itu yang akan menjadi perhatian beliau jika nanti terpilih.

Kemudian ada salah satu warga yang bertanya apakah nanti Obon Tabroni dan Bambang Sumaryono akan memberikan tunjangan 1 juta per RT/RW. Sambil tersenyum dia menjawab, “Kalau saya menjanjikan tunjangan 1 juta per RT RW terus uang untuk membangun Bekasi dari mana? Coba hitung di Kabupaten Bekasi ada berapa RT dan RW? Kalau seperti itu habis dong uang untuk membangun Bekasi.” Dia akan mengalokasikan anggaran APBD Bekasi untuk hal-hal yang memang menjadi prioritas masyarakat. Bukan asal memberikan tunjangan, yang tidak jelas untuk apa penggunaannya.

Warga yang hadir pun nampak manggut-manggut mendengar jawaban sang calon wakil bupati tersebut. Selain itu warga juga di himbau untuk menolak segala bentuk money politik. Karena money politik merupakan bibit korupsi. Karena korupsi juga maka Bekasi baik dan benar tidak akan bisa terwujud.

Catur Sulistiyanto salah satu relawan yang hadir membenarkan hal tersebut. Jika ingin pemerintahan yang bersih maka tolak money politik. Relawan yang juga anggota garda metal bekasi ini pun nampak semakin bersemangat untuk mengantarkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati ini agar terpilih menjadi orang no 1 di Kabupaten Bekasi.

Dialog malam itu pun berlangsung hingga pukul 11 malam. Masyarakat sangat antusias, karena banyak dari mereka yang ingin tahu solusi apa yang akan di lakukan pasangan independen no urut 3 ini untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Bekasi jika nanti terpilih. (*)

Penulis: Darmadi
Foto: Setiawan Firman

Pos terkait