Said Iqbal Ajak SPN Tetap Militan dan Bersatu Perjuangkan Hak Buruh

Said Iqbal Ajak SPN Tetap Militan dan Bersatu Perjuangkan Hak Buruh
Said Iqbal Penasehat Khusus Presiden Saat berikan Sambutan di Majelis Nasional SPN yang berlangsung di Sidoarjo Jawa Timur. Foto : Istimewa (15/7/26).

Sidoarjo, KPonline – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengajak seluruh kader Serikat Pekerja Nasional (SPN) untuk terus menjaga semangat perjuangan, memperkuat persatuan, dan tetap militan dalam membela hak-hak buruh. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Majelis Nasional (Majenas) SPN yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026 di Sidoarjo, Jawa Timur, dan diikuti ratusan kader SPN dari berbagai daerah di Indonesia, Rabu (15/7/2026).

Dalam sambutannya, Said Iqbal menegaskan bahwa SPN lahir dari semangat reformasi dan perjuangan kaum pekerja. Oleh karena itu, organisasi harus tetap berpihak kepada buruh serta kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman di dalam organisasi tidak boleh menjadi penyebab perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk memperbesar dan memperkuat gerakan buruh.

“Kita bersatu saja masih bisa kalah, apalagi kalau kita terpecah-pecah,” ujar Said Iqbal.

Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, mengatakan bahwa amanah yang diembannya harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan pekerja serta memastikan negara hadir dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Menurutnya, sejumlah persoalan yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan mulai mendapatkan perhatian serius, di antaranya penyelesaian hak pekerja di Master Steel, sengketa ketenagakerjaan di Freeport Papua, hingga pengawasan terhadap praktik-praktik yang dinilai merugikan negara, seperti under-invoicing dan transfer pricing.

Majelis Nasional SPN di Sidoarjo Jawa Timur. Foto : Istimewa (15/7/26).

“Kekuasaan tidak akan berarti jika tidak digunakan untuk melindungi pekerja. Negara harus hadir ketika buruh membutuhkan keadilan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Said Iqbal juga kembali menegaskan pentingnya memperkuat sistem jaminan sosial sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia sebagai welfare state atau negara kesejahteraan. Menurutnya, pembangunan nasional harus memberikan perhatian yang seimbang antara pembangunan fisik dan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.

Ia menyampaikan lima kebutuhan dasar yang harus dijamin oleh negara, yakni jaminan pangan, jaminan pendidikan, jaminan perumahan yang layak, jaminan akses terhadap air bersih, serta jaminan pengangguran.

Menutup pidatonya, Said Iqbal mengajak seluruh kader SPN untuk terus menjaga semangat perjuangan, memperkuat solidaritas, dan tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan kesejahteraan kaum buruh.

“Kapal dibuat bukan untuk diam di pelabuhan, tetapi untuk menghadapi ombak hingga mencapai tujuan. Begitu juga serikat pekerja, harus berani menghadapi tantangan demi memperjuangkan kesejahteraan buruh,” tutup Said Iqbal.