Respon Lambat, Puluhan Buruh Kembali Geruduk Kantor Pengawas Ketenagakerjaan

Bekasi, KPonline – Merasa kasusnya lambat di respon pihak Pengawas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, kembali puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) menggeruduk Balai Pelayanan Pengawasan Ketenagakerjaan Grand Taruma Karawang, Selasa (7/5/2019).

Hal tersebut dilakukan sebagi bentuk solidaritas untuk PUK SPEE FSPMI PT. Indonesia Epson Industry. Lambatnya penyelesaian kasus yang terjadi di perusahaan printer terbesar di Indonesia ini menjadi pemicu puluhan buruh menagih janji kerja Pengawas Ketenagakerjaan.

Menurut Abdul Bais, Ketua PUK SPEE FSPMI PT.IEI bahwa hasil pertemuan Tripartit tanggal 22 April 2019 pengusaha sudah menegaskan tetap akan melanjutkan proses PHK.

“Maka kami meminta kepada pengawas segera melakukan penindakan sesuai laporan dari serikat pekerja” Ungkap Bais

Lebih lanjut menurut Bais, pihaknya juga sudah mendapat anjuran dari mediator tertanggal 29 April 2019 yang menganjurkan agar pengusaha mencabut surat peringatan SP2 & SP3 terhadap para aktivis pekerja.

“Tapi sayangnya bukan schedule penindakan yang diinformasikan malah adanya penggantian pengawas yang menangani saat ini. Untuk penanganan permasalahan di EPSON yang di tunjuk adalah Endi yang baru menyelesaikan pendidikan hari Minggu.

“Capek deh temen-temen kita kecewa berat dengan informasi yang cuma alesan penundaan saja,” ungkap Bais penuh kecewa.

Puluhan buruh ini berkomitmen akan terus melakukan aksi serupa sampai pihak Pengawas Ketenagakerjaan mengambil langkah penindakan sesuai harapan buruh.