Pasuruan, KPonline – Berlokasi di suasana sejuk Villa Sabar, Tretes, Pasuruan, Garda Metal PUK SPLP FSPMI PT PARIN menggelar agenda penting pada Sabtu (20/6/2026). Agenda yang dikemas dalam Musyawarah Unit (Musunit) Garda Metal PARIN ini menggabungkan antara Refreshing Course, konsolidasi organisasi, hingga penguatan militansi anggota.
Sebagai pilar utama organisasi, Musnit ini menjadi forum sakral untuk memperkuat eksistensi PUK. Forum ini didesain tidak hanya untuk menyusun program kerja ke depan, tetapi juga untuk melantik Koordinator baru yang akan memimpin komando Garda Metal PT PARIN.
Agenda ini dihadiri oleh sekitar 30 peserta aktif, serta didukung langsung oleh jajaran pimpinan serikat pekerja, di antaranya Ketua PUK SPLP FSPMI PT PARIN, Narwoko, S.H., dan Sekretaris, Meimun Toha.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan Pengurus Koordinator Unit (Kornit) Garda Metal PT PARIN Periode 2026–2030 yang kini dipimpin oleh Tito Septian. Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Daerah (Korda) Garda Metal Sidoarjo, Najib Aris Setiawan.
Suasana konsolidasi mulai membakar semangat saat anggota Garda Metal senior, Dodik Dwi Wahyono, membagikan refleksi sejarah. Ia menceritakan kembali awal mula berdirinya Garda Metal di Jawa Timur. Dodik menekankan pentingnya membangun ikatan emosional yang kuat antar-anggota serta kecerdasan dalam merumuskan strategi setiap kali turun aksi di jalanan.
Senada dengan hal tersebut, Tito Septian selaku Kornit terpilih yang baru dilantik mengingatkan anggotanya agar keseimbangan tetap terjaga.
“Garda Metal harus semakin militan di lapangan, namun di sisi lain kita juga harus cakap dan tertib dalam mengatur regulasi internal, termasuk masalah absensi di pabrik,” tegas Tito.
Meskipun membahas isu-isu krusial, jalannya Musnit berlangsung dengan penuh keakraban. Anggota duduk melingkar, berdiskusi hangat ditemani hidangan khas yang disiapkan panitia.
Suasana khidmat terasa saat sesi pemotongan tumpeng. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur atas tuntasnya masa bakti kepengurusan lama, sekaligus ruang refleksi atas ujian berat yang pernah mereka lalui bersama—mulai dari insiden kehilangan sepeda motor saat aksi, hingga adanya anggota yang nyaris dipenjara karena dituduh melakukan kekerasan di tengah dinamika lapangan. Tumpeng ini dipotong dengan doa bersama agar jalan perjuangan ke depan diberikan kemudahan dan keselamatan.
Dari hasil musyawarah yang gayeng ini, melahirkan 4 poin rekomendasi penting kerja organisasi:
– Pembaruan Seragam: Melakukan peremajaan atribut dan seragam resmi Garda Metal.
– Inventarisasi Aksi: Menambah sarana dan perlengkapan penunjang unjuk rasa di lapangan.
– Solidaritas Pilar: Berkomitmen penuh mendukung pergerakan pilar-pilar FSPMI lainnya.
– Program K3: Merencanakan program khusus Rescue Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menjelang sore, rangkaian kegiatan ditutup dengan agenda olahraga bersama, seperti sepak bola dan tenis meja. Aktivitas fisik ini sengaja digelar bukan sekadar untuk melepas penat, melainkan sebagai sarana rekat untuk memperkuat kekompakan dan chemistry. Melalui momentum Musnit Tretes ini, Garda Metal PT PARIN berharap agar barisan menjadi lebih rapat, dan komando yang jauh lebih solid.



