Ratin PUK Djitoe Mesindo Batam; Berani Bersikap dan Tentukan Sikapmu

  • Whatsapp

Batam, KPonline – Rapat rutin (Ratin) sekaligus konsolidasi ke-2 ditahun 2020 digelar Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE FSPMI) PT Djitoe Mesindo pada hari Rabu, 12 Ferbruari 2020 di Sekretariat Bersama FSPMI, Panbil, Muka Kuning.

Wasek bidang 3, Safyan yang memimpin rapat sekaligus mengapresiasi kepada anggota dan pengurus PUK yang hadir, ia juga menjelaskan beberapa point yang akan dibahas terkait program kerja PUK Djitoe tahun 2020. Antara lain kenaikan upah 2020, Musnik ke 2 PUK, PKB, serta musyawarah kenaikan iuran cos.

Berita Lainnya

Dalam menjalankan kegiatan organisasi, serikat pekerja/buruh tentunya membutuhkan biaya untuk menjalankan dan merealisasikan target dan program kerja serta biaya operasional dalam melakukan kegiatan.

Berjalannya sebuah organisasi yang independent, antara lain untuk kebutuhan administrasi, kesekretariatan, dana operasional, membuat sarana prasarana informasi dan publikasi serta masih banyak lagi lain lainnya. Dikarenakan serikat pekerja merupakan organisasi yg bersifat kolektif yang biayanya tersebut untuk kebutuhan organisasi di utamakan dari iuaran anggota atau yg kita kenal dengan nama COS (Check Of Sistem).

PUK Djitoe yang lahir pada tanggal 11 April, tujuh tahun yang lalu. Berada di 3 titik Area kota Batam (Batu Ampar, Sekupang dan Tanjung Uncang) ini menjadi keunikan bagi PUK dan selalu menjadi tantangan dalam setiap menjalankan kegiatan.

Kenaikan Cos PUK tahun 2020 dinilai menjadi kebutuhan pokok PUK untuk memuluskan program kerja ditahun 2020, selain perundingan Pengupahan yang masih berstatus on progress, program yang lain di tahun 2020 adalah mengadakan musnik ke-2 yang direncanakan akan diadakan pada April mendatang.

Selain itu, program kerja kedepan lainnya yang lebih di fokuskan adalah peningkatan dan pengembangan SDM anggota PUK yang tentunya untuk semua program-program kerja tersebut akan memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Diawal ratin sebagai pembukaan ketua PUK Djitoe, Djafri Rajab mengucapkan terima kasih kepada para anggotanya yang hadir sekaligus memberikan sedikit pemahaman tentang maksud dari pekerja yang netral.

“Ada pekerja yang diajak untuk bergabung berserikat namun ia menolak dengan alasan dan mengaku dirinya adalah pekerja yang netral,” kata Djafri

“masih banyak kita jumpai pola pikir pekerja yang terbalik seperti ini. Jika ada pekerja yang memilih demikian sesungguhnya dia bukanlah netral, karena berserikat adalah HAK, maka jika dia demikian dia sedang melakukan union busting bagi hak untuk dirinya,” sambungnya

“Perundingan selalu terjadi antara pekerja yang berserikat (PUK) dengan pengusaha, bukan pengusaha dengan pekerja yang tidak berserikat. Justru pekerja menjadi anggota serikat itu baru namanya netral. Karena ia memilih mengambil hak nya menjadi anggota serikat yang berlandasan hukum sehingga menjadi sejajar dengan Pengusaha yang berbadan hukum,” tambahnya

“Dan saya mengajak semua pekerja ayo berani bersikap dan tentukan sikapmu. Berpikir bermain di zona aman dan nyaman dengan tidak menjadi anggota, adalah pikiran kebalik. Justru zona aman dan nyaman adalah menjadi anggota serikat pekerja, berpikirlah anda akan menjadi tua lalu anda akan ter PHK dan pensiun sayangilah keluarga dan masa depanmu. Dan janganlah pernah berpikir seolah olah masalah tidak akan datang menghampirimu.” Tegas Djafri

Selain itu Djafri juga menyinggung tentang dinamika selama 7 tahun berserikat.

“Hambatan terbesar berserikat itu ada 2 hal, pertama pekerja yang dirinya sudah berserikat tapi hati dan pikirannya masih anti serikat, yang kedua selama Berserikat kita tidak pernah kesulitan mengundang pimpinan/pemilik perusahaan tapi malah selalu kesulitan mengundang anggota sendiri. Ini masalah umum, bisa jadi ini masalah kita juga di PUK,” singgungnya

Kemudian, Djafri Rajab juga menginginkan adanya regenerasi kepemimpinan baru di PUK pada musnik mendatang. Menurutnya calon pemimpin di PUK sudah banyak yang layak dan harus siap diberi amanah.

Sebagai penutup Djafri berpesan agar PUK DMB baik dari pengurus dan anggota senantiasa menjaga silaturahmi, kesolidan, kekompakan, demi terjaganya persatuan sebagai sumber kekuatan dalam tubuh organisasi. (Jarwo)

Pos terkait