Rakernik PUK SPEE FSPMI PT Daikin Manufacturing Indonesia : Belajar Serta Menata Tanggung Jawab

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Sesuai amanat Musyawarah Unit Kerja (Musnik) sebelumnya, para pengurus Pimpinan Unit kerja (PUK) PT Daikin Manufacturing Indonesia sengaja memilih tempat yang berbeda yaitu Worker Cafe dan Resto untuk dijadikan tempat Rakernik.

Worker Cafe dan Resto sendiri beralamat di Perum Mega Regency, Blok E No 17-18, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Bacaan Lainnya

Dalam Rakernik yang digelar pada Sabtu (04/07/2020) ini, dihadiri langsung oleh semua pengurus PUK dan Koordinator Lapangan (Korlap).

Tidak kalah ketinggalan turut hadir perwakilan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (PC SPEE) FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi yang diwakili Soleh, serta PC SPAMK Henut Hendro.

Acara ini dibuka oleh Pandu selaku Ketua PUK SPEE FSPMI PT Daikin Manufacturing Indonesia disambut hangat oleh semua peserta rakernik yang hadir. Dalam penyampaiannya Pandu menjelaskan kenapa harus memilih UBSSM sebagai tempat untuk Rakernik.

“Kita semua sudah mengetahui Cafe dan Resto ini adalah milik buruh/pekerja juga masyarakat di dalamnya yang tergabung menjadi anggota Koperasi Usaha Bersama Sehahtera Sosial Masyarakat (UBSSM). Adanya wabah Pandemi (Covid-19) yang terjadi di Indonesia, mengakibatkan Cafe dan Resto ini tertunda pembukaanya. Bahkan dijadwalkan bulan Maret 2020 rencana Cafe dan Resto ini akan diresmikan,” terang Pandu dalam pembukaan rakernik.

Di tempat yang sama Soleh menyampaikan informasi terkait bahayanya “Omnibus Law” khususnya klaster Ketenagakerjaan yang sangat merugikan buruh/pekerja.

Karena Omnibus Law memberikan ancaman nyata terhadap generasi penerus di Kab/Kota Bekasi, khususnya dalam aksi unjuk rasa atau pun aksi solidaritas.

“Apa yang telah dipikirkan dan diagendakan bersama dalam Rapat Kerja Unit kerja ini, kawan-kawan PT Daikin tinggal lakukan, kerjakan sesuai apa yang dihasilkan dalam Rakernik ini. Tetaplah bertanggung jawab terhadap organisasi FSPMI yang selama ini kita jaga,” ucap Soleh.

Dalam Rakernik kali ini dengan belajar bersama mengenai literasi keuangan pekerja dimana sebagai buruh/pekerja benarkah sudah menyiapkan dengan benar ketika PHK itu datang?

Sebagai buruh/pekerja pasti akan menjumpai sekligus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Menjadi penting sebagai buruh/pekerja untuk memahami literasi keuangan dalam merencanakan keuangan untuk meminimalisir pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

“Tidak kalah penting mempersiapkan masa depan dengan cara membangun ekonomi kebersamaan melalui koperasi UBSSM. Karena disadari atau tidak oleh buruh/pekerja itu sendiri bahwa pekerja adalah orang yang paling konsisten dalam bertangung jawab, maju, dan berkembangnya perusahaan tempat mereka bekerja. Akan tetapi takut mewujudkan usaha yang jelas-jelas miliknya,” tutur Henut. (Yachobus)

Pos terkait